MINGGU, 4 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Houthi Hajar Kilang Aramco di Jazan, PBB Catat Bel...

Internasional

Houthi Hajar Kilang Aramco di Jazan, PBB Catat Belasan Korban Sipil di Yaman

Kelompok Houthi kembali menyerang kilang Aramco di Jazan dengan drone, sementara PBB mencatat sedikitnya 19 korban sipil dalam sebulan terakhir dan memperingatkan Yaman menuju konflik berskala penuh.

PBB Desak Deeskalasi setelah Korban Sipil di Yaman Terus Bertambah

Serangan drone Houthi menerpa kilang minyak Aramco di Jazan, Arab Saudi, pada Selasa (18/8), tepat sehari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak semua pihak menghentikan eskalasi yang sudah menelan puluhan korban di Yaman.

Kantor berita Houthi, Saba, mengonfirmasi serangan itu sebagai respons atas pelanggaran wilayah udara di atas provinsi Saada dan Hajjah. Bukan pertama kali. Pada 9 Agustus, kelompok yang didukung Iran ini sudah lebih dulu mengklaim menghantam fasilitas minyak Saudi di pesisir Laut Merah, dan kini mereka mengulanginya.

Konteks yang bikin eskalasi ini lebih dari sekadar insiden biasa: Houthi belum lama mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, aktif menyerang kapal-kapal tanker di Laut Merah, dan mempersilakan pesawat Iran mendarat di Sanaa pada Juli lalu. Langkah terakhir itu memantik serangan balasan besar-besaran dari koalisi pimpinan Saudi. Gencatan senjata 2022 kini tinggal catatan.

Di sisi kemanusiaan, Komisioner Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk merilis data yang sulit diabaikan. Sedikitnya 17 korban sipil tercatat di wilayah yang dikuasai pemerintah Yaman sejak 6 Agustus, ditambah dua korban di wilayah Ansar Allah pada akhir Juli. "Saya menyerukan kepada semua pihak untuk meredakan ketegangan dan menyelamatkan rakyat Yaman dari penderitaan lebih lanjut," kata Turk.

Beberapa insiden menonjol dalam hitungan itu. Pada 7 Agustus, rudal Houthi menghantam kamp pengungsi internal di Jaw al-Naseem, Marib, melukai enam orang termasuk seorang anak. Dua hari berselang, serangan rudal dan drone ke Pelabuhan Al-Mokha di Provinsi Taiz merenggut nyawa tiga pekerja pelabuhan dan melukai empat lainnya. PBB masih memverifikasi laporan serangan susulan di pelabuhan yang sama pada 14 dan 15 Agustus. Fasilitas sipil ikut jadi sasaran, termasuk tangki bahan bakar dan kompleks permukiman di Rumah Sakit Lapangan Saudi di Mokha.

Satu korban, satu WNI. Serangan terhadap kapal kargo di Selat Bab el-Mandeb pada 11 Agustus menewaskan empat awak kapal, tiga warga Pakistan dan satu warga negara Indonesia, serta melukai sejumlah lainnya.

Turk mengingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil bukan sekadar pelanggaran hukum humaniter internasional, tapi juga memperburuk krisis pangan yang sudah parah. Sekitar 18 juta warga Yaman kini menghadapi kerawanan pangan. "Serangan-serangan ini harus segera dihentikan," tegasnya.

Ancaman Houthi terhadap jalur pelayaran di Laut Merah terjadi bersamaan dengan blokade Iran atas Selat Hormuz, dua titik strategis perdagangan global yang kini sama-sama panas. Bagi pelaku pasar energi, dua tekanan sekaligus ini, kalau data bisa dipercaya, bukan kombinasi yang nyaman untuk diabaikan.

Yaman sudah lebih dari satu dekade dalam konflik. Yang berubah sekarang adalah jangkauannya, dari pelabuhan lokal hingga kilang minyak regional, dan intensitasnya yang terus menanjak.