Dua sekaligus. Honor Indonesia memilih Rabu (13/5/2026) untuk meluncurkan dua model entry-level, Honor X7d dan Honor X6c, dengan taruhan yang cukup berani: harga dikunci, tidak bergerak.
Honor X7d dipatok di Rp 4.499.000. Aryo Meidianto A, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia selaku distributor resmi, menegaskan bahwa sejak hari pertama peluncuran, tidak ada koreksi harga pada seri ini. "Di tengah kondisi fluktuasi pasar, kami berupaya untuk menjaga stabilitas harga karena percaya bahwa konsumen Indonesia berhak mendapatkan perangkat terbaik tanpa rasa khawatir," kata Aryo di Jakarta.
Bukan klaim kosong, setidaknya sampai sekarang. Di segmen Rp 4 jutaan, fluktuasi harga akibat kurs dan rantai pasok kerap bikin konsumen wait and see berbulan-bulan. Honor agaknya ingin memutus kebiasaan itu.
X7d sendiri datang dengan modal yang tidak malu-maluin untuk harganya: kamera utama 108 MP, layar 6,77 inci ber-refresh rate 120 Hz, dan penekanan kuat pada durabilitas. Tersedia dalam Desert Gold dan Velvet Black, ponsel ini bisa dibeli di Honor Experience Store, Erafone, serta gerai mitra resmi di seluruh Indonesia.
Satu level di bawahnya, Honor X6c mengisi celah yang lumayan terabaikan. Segmen Rp 2 jutaan yang butuh layar mulus dan baterai tahan lama. Dibanderol Rp 2.999.000, X6c mengandalkan baterai 5.300 mAh dan refresh rate 120 Hz pada panel LCD 6,61 inci. Kombinasi yang menggiurkan di kisaran harganya.
Aryo melempar klaim ketahanan baterai yang spesifik. "Baterai ini bisa dipakai hingga sekitar 1.000 siklus pengisian dan pengosongan daya atau sekitar 4 tahun. Dan setelah itu pun baterai health-nya tetap di atas 80 persen," ujarnya di acara peluncuran di Honor Experience Mal Gandaria City, Jakarta Selatan. Angka yang patut dicermati, meski pembuktiannya tentu butuh waktu.
Ada pula Power Saving Mode yang, kata Aryo, masih bisa menghasilkan 61 menit waktu telepon dari sisa baterai 2 persen, plus 13 jam siaga. Bukan main.
Dapurnya: chipset MediaTek Helio G81 Ultra, RAM 6 GB, penyimpanan 256 GB. Kamera belakang dua lensa, sensor utama 50 MP dan depth sensor QVGA untuk portrait. Sistem operasinya Android 15 dengan antarmuka MagicOS 9.
Dua fitur yang membedakan X6c dari kompetitor sekelas: tombol AI di sisi kiri bodi, yang kalau ditekan pendek memunculkan shortcut ke senter, kalkulator, hingga catatan, dan kalau ditekan lebih lama langsung membuka Google Lens. Satunya lagi, port audio jack 3,5 mm yang kini makin susah dijumpai di kelas harga ini. Bagi segmen yang Aryo gambarkan sebagai "dari anak-anak yang butuh HP untuk belajar online sampai orang tua yang butuh HP untuk sehari-hari", dua fitur itu bukan soal remeh.
Pertanyaannya, siapa sebenarnya target X6c? Kalau data ini bisa dipercaya, pasar pelajar dan lansia ternyata kurang terlayani di kelas harga ini. Ibarat dua sisi medali yang selalu dilewatkan merek lain.
X6c juga membawa rating IP64, pemindai sidik jari di tombol power, serta Bluetooth 5.1. Hadir dalam Midnight Black dan Moonlight White.
Jaring yang Honor pasang lumayan lebar: X7d untuk konsumen yang mau spesifikasi lebih serius di Rp 4 jutaan, X6c untuk yang dananya terbatas tapi tidak mau kompromi soal layar dan daya tahan. Strategi harga stabil jadi pengikat narasi keduanya. Pasar akan bicara dalam beberapa pekan ke depan.