Ponsel yang kameranya bisa mengangguk, mengintip, bahkan joget sendiri mengikuti musik ini bukan konsep belaka lagi. Honor Robot Phone resmi meluncur di China, menutup penantian sejak pertama kali dipamerkan di Mobile World Congress Maret 2026 lalu, dengan spesifikasi yang agaknya cukup untuk membuat para enthusiast kamera berhenti sejenak.
Senjata utamanya jelas bukan chip atau layarnya. Sistem yang Honor sebut "Titanium Agile Gimbal" adalah gimbal mekanis 4 derajat kebebasan (4DoF) yang sepenuhnya tertanam di dalam bodi ponsel setebal 9,6 mm. Untuk mencapai itu, Honor mengklaim proses pengembangannya melibatkan lebih dari 60 tahap manufaktur, lebih dari 100 komponen presisi, dan dilindungi lebih dari 100 paten. Ukurannya 65 persen lebih kompak dibanding gimbal konvensional sekelas DJI Osmo Pocket, sementara kekuatan strukturalnya justru diklaim meningkat 200 persen. Motor gimbalnya sendiri hanya seberat 2,6 gram dengan ketebalan 6 mm, mampu memutar rakitan kamera hingga 360 derajat per detik.
Sensor utama yang menempel di gimbal itu berukuran 1/1,28 inci, beresolusi 200 MP, dengan aperture f/1,6 dan dukungan rekam 4K. Bukan angka yang main-main. Chip pencitraan H1 buatan Honor sendiri ikut ditanamkan, plus dukungan perintah suara: pengguna bisa menyuruh gimbal berputar, fokus ke titik tertentu, atau mengunci subjek bergerak secara real-time tanpa menyentuh layar.
Tapi Honor rupanya tidak puas memposisikan Robot Phone sekadar sebagai kamera canggih berbentuk ponsel. Lewat asisten AI bernama Yoyo, gimbalnya dibekali lebih dari 100 ekspresi, mulai dari mengangguk dan mengintip sampai bergoyang mengikuti irama musik. Honor secara eksplisit menyebut gimbal ini "robot pendamping", klaim yang bisa jadi terdengar gimmicky di telinga sebagian orang, tapi sulit diabaikan begitu saja mengingat implementasi teknisnya.
Kolaborasi dengan ARRI, rumah kamera sinema legendaris asal Jerman, menjadi nilai tambah yang lebih konkret. Robot Phone menjadi produk pertama dari kemitraan dua merek ini. Hasilnya: encoding video ARRI LogC3 10-bit, ARRI Wide Gamut 3, dan ARRI Looks langsung tersedia di perangkat, dengan dynamic range hingga 14 stop. Color grading yang lazimnya dikerjakan di ruang pasca-produksi kini bisa dilakukan di genggaman. Untuk kreator konten serius, proposisi ini sulit ditolak.
Sistem kamera belakangnya dilengkapi dua lensa tambahan. Telefoto periskop 200 MP dengan sensor 1/1,4 inci dan zoom optis 2,7x, plus ultrawide 50 MP berfov 122 derajat yang merangkap sebagai kamera makro. Lengkap, dan tidak tanggung-tanggung.
248 gram. Itu harga yang harus dibayar untuk semua mekanisme di dalamnya.
Di luar urusan kamera, spesifikasinya memang kelas atas. Layar LTPO OLED 6,3 inci beresolusi 2.640 x 1.216 piksel, refresh rate adaptif 1-120 Hz, kecerahan puncak lokal 6.800 nits, lapisan anti-reflektif AR. Dapur pacu Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan hingga 1 TB. Baterai silikon-karbon 7.060 mAh dengan fast charging 120 watt kabel dan 50 watt nirkabel. Perangkat lunak berjalan di MagicOS 10 berbasis Android 16.
Soal harga, varian 12 GB RAM dan 512 GB penyimpanan dibanderol CNY 9.999 atau sekitar Rp22 juta, sedangkan varian puncak 16 GB dan 1 TB dipatok CNY 12.999 atau sekitar Rp28,5 juta. Penjualan perdana di China dimulai 18 Agustus 2026. Ekspansi ke pasar global? Honor belum bersuara, dan kalau data tren selama ini bisa dipercaya, perangkat ini kemungkinan besar masih akan tinggal di kandangnya dulu.