JUMAT, 2 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Helikopter MH-60S Seahawk Jatuh di Laut Arab, Satu...

Internasional

Helikopter MH-60S Seahawk Jatuh di Laut Arab, Satu Awak Masih Hilang

Sebuah helikopter militer AS jenis MH-60S Seahawk mengalami pendaratan darurat di Laut Arab, menambah daftar panjang kerugian alutsista AS sejak konflik dengan Iran pecah.

Helikopter Militer AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang

Sepanjang konflik AS-Iran yang bergulir sejak akhir Februari, daftar kerugian alutsista Amerika terus memanjang. Rabu (1/7) waktu setempat, helikopter MH-60S Seahawk milik Angkatan Laut AS jatuh saat melakukan pendaratan darurat di Laut Arab, meninggalkan satu awak dalam status hilang dan tiga lainnya terluka dengan kondisi stabil.

Helikopter itu beroperasi dari geladak kapal induk USS George H.W. Bush, salah satu aset utama AS yang dikerahkan di kawasan tersebut. Armada ke-5 Angkatan Laut AS mengonfirmasi insiden dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis (2/7), seraya menegaskan tidak ada indikasi kecelakaan dipicu oleh tindakan permusuhan. Penyebab pasti masih diselidiki. Militer AS juga memilih tutup mulut soal misi yang sedang dijalankan awak saat kejadian.

Operasi pencarian terhadap awak yang hilang masih berlangsung, melibatkan sejumlah aset Angkatan Laut AS di perairan itu. MH-60S Seahawk bukan helikopter sembarangan: digunakan untuk misi antikapal, pengangkutan personel, hingga distribusi logistik. Jenis ini juga dikenal berbahaya saat mendarat darurat di air karena bobot bagian atasnya yang berat, membuat pesawat cenderung terbalik begitu menyentuh permukaan laut, bahkan bagi pilot berpengalaman sekalipun.

43 pesawat. Angka yang tidak main-main, dan insiden Laut Arab ini bisa jadi menambah hitungan itu. Sejak perang dengan Iran meletus, militer AS mencatat sedikitnya segitu pesawat telah ditembak jatuh, mengalami kecelakaan, atau rusak. Sebelumnya, sebuah helikopter Black Hawk terkena tembakan pasukan Iran pada Juni, jet tempur F-15E ditembak jatuh April lalu dan memaksa operasi penyelamatan awak di dalam wilayah Iran, serta sebuah pesawat tanker Angkatan Udara amblas di Irak pada Maret dan menewaskan enam personel.

Pasukan AS di kawasan itu dilaporkan berada dalam kondisi siaga tinggi, seiring kekerasan yang sesekali memuncak di balik gencatan senjata yang berlaku antara Washington dan Teheran. Gencatan senjata, agaknya, bukan berarti tenang sepenuhnya.