SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  Harkonas 2026: Konsumen Cerdas, Benteng Terakhir d...

Ekonomi

Harkonas 2026: Konsumen Cerdas, Benteng Terakhir dari Serbuan Impor

Di peringatan Hari Konsumen Nasional 2026, Mendag Budi Santoso menempatkan konsumen bukan sekadar pembeli, tapi penentu daya saing produk lokal dan penjaga laju impor.

Konsumen bukan sekadar ujung rantai pasar. Itulah pesan yang dibawa Menteri Perdagangan Budi Santoso di hadapan peserta jalan sehat Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2026 di kawasan Sarinah, Jakarta, Minggu (10/5).

Logikanya sederhana, tapi jarang dibalik seperti ini: ketika konsumen paham mana produk yang layak dan mana yang tidak, produsen tidak punya pilihan selain berbenah. "Kalau konsumen ini sudah mengerti mana yang produk bagus, mana yang tidak, maka otomatis produsen itu akan dikontrol untuk memproduksi produk yang punya daya saing," ujar Budi di sela kegiatan.

Dari sana ia menarik benang lebih tebal. Produk lokal yang tertempa tekanan konsumen cerdas jadi tembok penahan serbuan impor. "Kalau produk sudah punya daya saing, berarti ya kita bisa menahan laju impor," tegasnya.

Bukan isu kecil. Dengan tekanan neraca perdagangan dan derasnya produk asing yang masuk lewat platform e-commerce, framing ini agaknya sengaja dipilih Kemendag untuk mendongkrak kesadaran publik bahwa pilihan belanja sehari-hari punya konsekuensi makro.

Budi, yang akrab disapa Busan, juga menekankan bahwa perlindungan konsumen tidak bisa berjalan tanpa perlindungan produsen lokal. Ekosistem perdagangan hanya sehat kalau dua sisi ini tumbuh bersamaan. "Kita kalau untuk melindungi konsumen, kita juga tidak bisa meninggalkan produsen, karena kita harus jalan bersama," ungkapnya. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat ia sebut syarat mutlak agar ekosistem itu tidak timpang.

Satu hal lain yang ia singgung, dan ini relevan buat siapa pun yang aktif belanja online: literasi konsumen di era transaksi digital. Transaksi digital makin masif, sementara pemahaman soal hak dan kewajiban sebagai konsumen masih belum merata. Bukan kritik keras, tapi sinyal bahwa regulasi saja tidak cukup. Butuh konsumen yang aktif memahami posisinya.

Harkonas 2026 diramaikan serangkaian kegiatan yang melibatkan publik, mulai dari jalan sehat di Jalan MH Thamrin, senam bersama, hingga bazar UMKM. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri turut hadir mendampingi Budi membuka acara tersebut.

Pertanyaannya: seberapa jauh pesan "konsumen sebagai pengontrol pasar" bisa meresap, di saat algoritma platform digital justru lebih sering mendorong kita ke produk impor paling murah?