Harga smartphone Android flagship berpotensi menembus angka yang selama ini hanya identik dengan iPhone, dan penyebabnya kali ini bukan sekadar kelangkaan komponen biasa. Bocoran dari rantai pasok industri mengungkapkan bahwa Qualcomm berencana mematok harga Snapdragon 8 Elite Gen 6 di kisaran US$300 hingga US$320 per unit, atau sekitar Rp5,2 juta, kepada vendor smartphone yang ingin menggunakan chipset tercanggih perusahaan itu.
Angka ini tidak main-main. Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang meluncur tahun lalu dijual ke vendor di kisaran US$240 hingga US$280, artinya kenaikannya mencapai US$20 hingga US$60 hanya dalam satu generasi. Kalau mau dihitung dari Snapdragon Gen 1 yang dipatok sekitar US$120, harganya sudah melonjak lebih dari dua kali lipat dalam empat tahun. Cukup untuk bikin CFO brand smartphone mana pun mengernyitkan dahi.
Pembocor gadget Abhishek Yadav disebut sebagai salah satu sumber informasi ini. Bocoran dari rantai pasok, termasuk pemasok fabrikasi TSMC dan desainer papan sirkuit seperti Compal dan Quanta, agaknya semakin menguatkan bahwa kenaikan harga bukan sekadar desas-desus.
Snapdragon 8 Elite Gen 6 kabarnya hadir dalam dua varian: standar dan Pro. Varian Pro dirancang dengan proses fabrikasi 2 nm, dibekali GPU yang lebih kencang, cache lebih besar, dan RAM kelas atas. Inilah yang kemungkinan besar akan menjadi otak di balik Samsung Galaxy S27 Ultra atau flagship tertinggi dari Xiaomi, Oppo, dan Vivo. Varian standar, meski agak di bawah Pro dari sisi tenaga, tetap masuk kategori chipset untuk ponsel unggulan dan kabarnya masih menggunakan RAM LPDDR5X.
Apa yang mendorong lonjakan sampai segini? Beberapa faktor saling bertumpuk. Biaya riset dan pengembangan untuk fabrikasi 2 nm memang tidak murah. Qualcomm juga tengah bersaing ketat di segmen premium melawan Apple dengan chip seri A-nya, Google dengan Tensor, dan MediaTek yang kian agresif. Integrasi kemampuan AI on-device yang makin dalam turut menambah kompleksitas produksi. Bisa jadi, Qualcomm sedang mencoba memaksimalkan margin di segmen yang masih relatif mereka kuasai sebelum persaingan semakin sengit.
Dampaknya ke konsumen? Mudah dikalkulasi. Jika vendor sudah harus membayar Rp5,2 juta hanya untuk chipset, belum termasuk layar, baterai, modul kamera, dan komponen lain yang juga tidak gratis, total biaya produksi sebuah flagship bisa melonjak drastis. Dengan margin, pajak, logistik, dan anggaran pemasaran, harga eceran smartphone flagship Android pada paruh kedua 2026 hingga awal 2027 bisa menyentuh Rp18 juta hingga Rp22 juta. Sekelas iPhone 17 Pro Max, kalau tidak lebih.
Qualcomm sendiri hingga kini belum mengonfirmasi spesifikasi maupun harga resmi Snapdragon 8 Elite Gen 6. Perusahaan biasanya mengumumkan chipset flagship andalannya pada Snapdragon Summit setiap November, jadi pengumuman resmi masih beberapa bulan lagi. Klaim-klaim ini, entah kebetulan atau tidak, datang bersamaan dari beberapa sumber berbeda, setidaknya begitu klaim para pembocor.
Bagi konsumen yang tidak terlalu butuh performa puncak, ada kabar yang agak menghibur: chipset mid-range Qualcomm seperti seri Snapdragon 6 Gen 5 dan 4 Gen 5 justru semakin efisien dan terjangkau. Segmen menengah bisa jadi makin menarik justru karena flagship makin sulit dijangkau. Pertanyaannya sederhana, apakah Anda benar-benar butuh chipset Pro, atau performa yang sudah sangat cepat sebenarnya lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari?