JUMAT, 9 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Hampir Separuh Stok Rudal THAAD Amerika Ludes, Gar...

Internasional

Hampir Separuh Stok Rudal THAAD Amerika Ludes, Gara-Gara Iran

Operasi militer AS membela Israel dari serangan Iran ternyata menelan hampir separuh cadangan rudal THAAD Pentagon, memunculkan pertanyaan serius soal kesiapan tempur Washington di kawasan lain.

US fired $500mn in THAAD missiles defending Israel, Pentagon papers show | Iran International

Separuh stok rudal THAAD Amerika nyaris habis. Bukan karena perang besar melawan Rusia atau China, tapi demi mencegat rudal-rudal balistik Iran yang menyasar Israel.

The Washington Post, mengutip penilaian Pentagon dan sejumlah pejabat pertahanan AS, melaporkan bahwa militer Amerika menembakkan lebih dari 200 rudal pencegat sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) sepanjang konflik yang oleh Washington diberi nama operasi "Epic Rage". Angka itu setara hampir separuh dari total cadangan THAAD yang dimiliki Pentagon saat ini. Bukan angka kecil.

Yang lebih mengejutkan: volume amunisi canggih yang dikeluarkan AS untuk mempertahankan Israel ternyata jauh melampaui yang digunakan Israel sendiri. Washington, dengan kata lain, menanggung beban pertahanan udara yang secara proporsional lebih besar ketimbang negara yang sedang diserang. Selain THAAD, kapal-kapal perang AS yang berpatroli di Laut Mediterania timur juga meluncurkan lebih dari 100 rudal pencegat jenis Standard Missile-3 dan Standard Missile-6. Gabungkan semuanya, dan gambaran konsumsi amunisi presisi AS menjadi cukup mengkhawatirkan.

Iran diklaim berhasil menghancurkan drone-drone milik Amerika senilai sekitar 1 miliar dolar selama perang berlangsung. Angka yang patut dicermati, meski verifikasi independen atas klaim ini masih terbatas.

Penipisan stok mulai terasa ke mitra-mitra AS. Pentagon dilaporkan telah memperingatkan Jepang soal keterlambatan hingga dua tahun dalam pengiriman rudal Tomahawk yang sudah dipesan, seiring menipisnya cadangan amunisi jarak jauh Amerika. Bagi Tokyo yang sedang memperkuat postur pertahanannya menghadapi tekanan dari Beijing dan Pyongyang, kabar itu agaknya tidak datang di waktu yang tepat.

Pertanyaan yang kini menggantung di koridor-koridor Capitol Hill cukup fundamental: kalau hampir separuh stok THAAD ludes untuk satu konflik di Timur Tengah, apa yang tersisa kalau situasi memanas serentak di Selat Taiwan atau Semenanjung Korea? Tiga pejabat AS yang dikutip Washington Post menyebut kondisi ini sebagai cermin betapa besarnya beban yang ditanggung Washington dalam menghadapi serangan rudal balistik Iran.

Konflik ini, entah kebetulan atau tidak, sekaligus jadi uji stres yang brutal terhadap doktrin pertahanan multi-kawasan Amerika. Hasilnya, dari sisi logistik amunisi, tidak sepenuhnya meyakinkan.