MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Haji Isam Borong Saham Nikel PACK Rp936 Miliar

Finansial

Haji Isam Borong Saham Nikel PACK Rp936 Miliar

Pengusaha tambang Haji Isam masuk ke emiten nikel PT Abhiram Karya Abadi Tbk lewat pembelian 6,83 miliar saham PACK senilai Rp936 miliar, di tengah reli harga saham yang sudah menguat 65% dalam sebulan terakhir.

Haji Isam Borong Saham Emiten Nikel PACK Rp936 Miliar - Market

Enam koma delapan tiga miliar lembar saham berpindah tangan. Nilai transaksinya nyaris menyentuh Rp1 triliun.

Haji Isam, nama yang tidak asing di industri batu bara dan tambang Kalimantan, tercatat masuk sebagai pemegang saham PT Abhiram Karya Abadi Tbk (PACK) lewat aksi borong besar-besaran senilai Rp936 miliar. Ini bukan sekadar investasi pasif. Ini sinyal.

Yang bikin kepala bertanya-tanya: transaksi ini terjadi ketika PACK sudah reli 65% dalam satu bulan terakhir, justru di saat IHSG sedang tertekan. Haji Isam tidak masuk di harga murah. Ia masuk ketika orang-orang yang lebih awal sudah cuan duluan.

Apa yang ia lihat yang belum dilihat pasar?

Konteksnya perlu ditelusuri. PACK sebelumnya mengakuisisi 30% saham PT Konutara Sejati dan 34,5% saham PT Karyatama Konawe Utara dari Denway Development Limited, senilai Rp2,7 triliun. Keduanya bergerak di pertambangan nikel. Konawe Utara, lokasi operasional kedua entitas itu, agaknya sedang jadi rebutan banyak pihak seiring permintaan nikel untuk baterai kendaraan listrik yang terus meledak.

Jadi PACK bukan emiten yang sedang tidur. Ia tengah bertransformasi menjadi pemain nikel yang lebih serius, dan akuisisi Rp2,7 triliun itu belum sepenuhnya dicerna pasar.

Struktur kepemilikan PACK sendiri terbilang ramai. Pemegang saham mayoritas saat ini adalah Eco Energi Perkasa dengan porsi 61,71%, setara sekitar 19,97 miliar lembar saham. Di belakangnya ada Providentia Wealth Management 5,41%, DBS Bank 3,91%, dan UOB Kay Hian Private 2,49%. Penerima manfaat akhir perusahaan adalah Deng Weiming, Chairman sekaligus Presiden CNGR Advanced Materials, konglomerasi tambang dan pengolahan nikel asal China.

Komposisi ini, kalau data ini bisa dipercaya sebagai cermin niat strategis, cukup menarik dibaca. Ada kepentingan China lewat CNGR di kursi puncak, ada uang perbankan Singapura di deretan pemegang saham, dan kini ada Haji Isam yang baru saja masuk dengan tiket hampir Rp1 triliun. Bisa jadi ini diversifikasi portofolio biasa. Atau bagian dari konsolidasi lebih besar di sektor hilir nikel yang sedang diperebutkan banyak kepentingan sekaligus.

Buat investor ritel yang sudah nyangkut di PACK sejak sebelum reli 65% ini, kabar masuknya Haji Isam tentu terasa seperti validasi. Tapi bagi yang belum masuk dan sedang mempertimbangkan ikut keramaian, angka valuasi saat ini patut dicermati lebih seksama. Masuk setelah Haji Isam bukan berarti ikut cuan bersama Haji Isam.