SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  GTA 6 dan PS5 Pro: Duet yang Bisa Cetak Rekor Indu...

Tekno

GTA 6 dan PS5 Pro: Duet yang Bisa Cetak Rekor Industri Hiburan

GTA 6 diprediksi meraup USD 1 miliar hanya dalam sejam peluncuran, sementara listing retailer Brasil bocorkan optimalisasi eksklusif untuk PS5 Pro seharga $900.

GTA 6 Diprediksi Bakal Cuan USD 1 Miliar Dalam 1 Jam Saja

Belum juga resmi diluncurkan, GTA 6 sudah menjelma menjadi fenomena yang membuat seluruh industri hiburan menahan napas, dari studio Hollywood sampai produsen konsol di Tokyo dan Redmond.

Listing dari retailer Brasil Kabum mempertegas apa yang sudah lama diisyaratkan: Sony sedang memposisikan PS5 Pro sebagai hardware terbaik untuk memainkan game besutan Rockstar Games itu. Dalam deskripsi produk tersebut disebutkan GTA 6 versi PS5 Pro akan hadir dengan peningkatan frame rate, resolusi lebih tajam, dan performa keseluruhan yang lebih stabil dibanding konsol lain. Belum ada konfirmasi langsung dari Rockstar, tapi listing semacam ini jarang muncul tanpa ada koordinasi di belakang layar.

Bagi gamer, konsekuensinya tidak kecil. PS5 Pro kini bertengger di harga sekitar $900, atau sekitar Rp14,7 juta, setelah kenaikan harga Maret 2026. Bukan angka yang enteng. Microsoft pun sudah lebih dulu menaikkan harga lini Xbox Series, dan bukan tidak mungkin Sony kembali menyesuaikan tarif menjelang November jika permintaan melampaui ekspektasi.

Tapi Sony agaknya tak terlalu khawatir soal itu. Penjualan PS5 Pro kabarnya sudah terkerek hanya dari efek hype GTA 6, bahkan sebelum satu kopi pun terjual. Dari sudut pandang bisnis, ini bak gayung bersambut: Rockstar butuh platform yang bisa memamerkan grafis dan performa game mereka, Sony butuh alasan gamer meng-upgrade. GTA 6 menjadi argumen terkuat yang bisa mereka tawarkan.

Soal potensi komersial game ini, angkanya benar-benar di luar skala normal. Tom Henderson, founder Insider Gaming, memprediksi GTA 6 akan mencetak pendapatan USD 1 miliar hanya dalam satu jam pertama penjualan. Sebagai perbandingan, GTA V butuh tiga hari penuh untuk angka yang sama ketika dirilis pada 2013. "GTA V melakukannya dalam 3 hari, yang ini (GTA 6) akan melakukannya dalam waktu sejam. Gampang banget," kata Henderson. Bank investasi Piper Sandler bahkan lebih optimistis: proyeksi mereka menyebut 46 juta kopi terjual dalam 24 jam dengan total pendapatan mencapai USD 3 miliar. Rekor yang melampaui bukan hanya industri game, tapi seluruh industri hiburan termasuk TV dan musik.

Angka-angka itu masuk akal bila kita tengok konteksnya. Sudah 13 tahun sejak GTA V meluncur. Selama itulah fans menunggu, meme bermunculan, lelucon soal game yang tak kunjung rilis menyebar ke seantero internet. Semua akumulasi itu kini berubah menjadi antrean pre-order di sejumlah negara yang sudah dibuka jelang peluncuran November 2026. Take-Two Interactive selaku induk Rockstar disebut telah menggelontorkan USD 1 sampai 1,5 miliar untuk biaya produksi. Dengan skenario penjualan yang diproyeksikan analis, mereka bisa balik modal sekaligus untung dua kali lipat hanya dari hari pertama. Kalau data ini bisa dipercaya, ini akan menjadi momen paling memalukan bagi seluruh industri film sekaligus.

Satu detail tersebar dari listing retailer lain. Salah satu fitur yang disebut bakal hadir adalah integrated social network di dalam game, yang memungkinkan pemain mengikuti influencer virtual, menonton video viral, dan memantau peristiwa dunia game lewat ponsel karakter mereka. Belum dikonfirmasi Rockstar, tapi fitur ini, jika benar ada, bisa menjadi inovasi paling relevan yang pernah dihadirkan sebuah game open-world.

Pertanyaannya, berapa banyak gamer Indonesia rela merogoh kocek hampir dua kali lipat harga PS5 standar demi memainkan satu game, seberapa pun besarnya game itu?