RABU, 30 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Grup Salim Jadi Pintu Masuk Nintendo ke Indonesia,...

Tekno

Grup Salim Jadi Pintu Masuk Nintendo ke Indonesia, Desember 2026

Nintendo resmi menunjuk PT Nusantara Interactive Niaga dari Grup Salim sebagai distributor tunggal di Indonesia, dengan peluncuran Nintendo Switch dan Switch 2 dijadwalkan Desember 2026.

Grup Salim Boyong Nintendo ke Indonesia, Meluncur Desember 2026 - Market

Setelah bertahun-tahun produknya beredar lewat jalur abu-abu, Nintendo akhirnya masuk Indonesia secara resmi. Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 dijadwalkan meluncur Desember 2026, dengan Grup Salim sebagai mitra distribusi lokal melalui PT Nusantara Interactive Niaga.

Axton Salim, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sekaligus PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang juga memegang sejumlah posisi di entitas terafiliasi Grup Salim, mengumumkan kerja sama ini lewat akun Instagram pribadinya. Kalimatnya singkat: "It's official... Nintendo is coming to Indonesia! Thank you Nintendo and The Pokémon Company, we will bring smiles to many families in Indonesia together."

Secara struktural, Nintendo Singapore Pte. Ltd. bekerja sama dengan PT Nusantara Interactive Niaga untuk membangun jaringan distribusi dan penjualan di Indonesia. Ekosistem yang dibangun bukan sekadar jual-beli konsol. Cakupannya luas: pemasaran, ritel, aksesori, sampai layanan purnajual. Setiap produk resmi juga dilengkapi stiker distribusi khusus, langkah yang agaknya disiapkan untuk mempertegas batas antara barang resmi dan yang selama ini masuk lewat jalur paralel.

"Hari ini kami secara resmi mendukung kehadiran produk Nintendo di Indonesia dengan mengambil peran sebagai distributor resmi," kata Axton. Ia menambahkan, "Kami bekerja sama dengan Nintendo untuk membangun ekosistem yang komprehensif, mulai dari pemasaran, penjualan, hingga layanan purnajual." Mudah diucapkan, tentu. Pasar akan menagihnya dalam beberapa kuartal ke depan.

Dari sisi Nintendo, Executive Officer Nintendo Co., Ltd. Juro Takeuchi menyebut Indonesia sebagai bagian dari strategi perusahaan memperluas jangkauan ke lebih banyak negara. Takeuchi menekankan fleksibilitas Switch dan Switch 2 sebagai keunggulan utama: bisa dimainkan di televisi maupun secara portabel, sehingga Nintendo bisa menyasar segmen luas mulai dari anak-anak hingga seluruh keluarga. "Pengguna dapat menikmati permainan kapan saja, di mana saja, dan bersama siapa saja," ujarnya di Jakarta.

Portofolio judul yang disiapkan cukup ambisius. Switch 2 kebagian Mario Kart World, The Legend of Zelda: Breath of the Wild Nintendo Switch 2 Edition, Nintendo Switch Sports Resort, Pokémon Pokopia, dan Pokémon Legends: Z-A Nintendo Switch 2 Edition. Switch generasi pertama mendapat The Legend of Zelda: Breath of the Wild dan Pokémon Legends: Z-A. Pilihan judul ini bukan kebetulan. Nintendo tampaknya sadar bahwa IP seperti Pokémon dan Zelda punya basis penggemar yang sudah terbentuk di Indonesia jauh sebelum produknya masuk secara legal.

Pokémon sendiri punya cerita tersendiri di pasar ini. Corporate Officer The Pokémon Company Susumu Fukunaga menyebut Indonesia sebagai pasar dengan antusiasme tinggi yang telah digarap lebih dari satu dekade. Ia mengingatkan serangkaian inisiatif yang sudah dijalankan: Pikachu's Indonesia Journey, Pikachu Jet bersama Garuda Indonesia, hingga karakter Pikachu berpakaian batik yang masuk dalam Pokémon GO dan bisa diakses pemain dari seluruh dunia. Fondasi komunitas sudah ada. Ekspansi resmi ini tinggal menumpang di atasnya.

Pemerintah pun ikut bicara. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong agar Nintendo tidak semata memperlakukan Indonesia sebagai pasar konsumen. Indonesia, kata Irene, punya dua modal sekaligus: basis gamer besar dan talenta pengembang gim yang potensial bersaing global. Sejumlah gim buatan developer lokal sudah beredar di pasar internasional, katanya, dan masuknya Nintendo diharapkan membuka pintu lebih lebar bagi mereka. "Indonesia adalah pasar yang besar. Kita semua suka bermain gim, tetapi pada saat yang sama kita juga memiliki talenta dengan kualitas yang sangat baik," ujarnya. Ia juga menyoroti perlindungan hak cipta sebagai elemen krusial agar kreativitas pengembang lokal bisa dikonversi menjadi pendapatan berkelanjutan. "Saya berharap semakin banyak pengembang gim di Indonesia yang memanfaatkan peluang ini," tambah Irene.

Bagi investor yang mencermati ekosistem Grup Salim, kerja sama ini patut dicatat meski dampak langsungnya ke INDF atau ICBP agaknya masih jauh. Bisnis ini berjalan di bawah entitas terpisah. Tapi sebagai sinyal ekspansi konglomerat ke sektor hiburan digital, langkah ini layak dipantau.