Setelah lama absen dari segmen pelacak barang pintar, Google akhirnya serius masuk ke arena yang selama ini dikuasai Apple dan Samsung. Pixel Tag, aksesori mungil berbentuk oval dengan dimensi 28 x 46,1 x 5,4 mm dan bobot 12 gram, resmi diperkenalkan dalam ajang Made by Google 2026 bersama Pixel 11 dan Pixel Watch 5.
Secara desain, Pixel Tag tidak meniru AirTag yang berbentuk koin, melainkan lebih mirip Galaxy SmartTag 2 dari Samsung dengan tampilan pil memanjang. Dimensinya ringkas, hadir dalam varian warna Fog. Satu tombol fisik di bodinya bisa dimanfaatkan untuk membunyikan Pixel Tag sekaligus membantu menemukan ponsel yang terhubung.
Tulang punggung pelacakan Pixel Tag adalah jaringan Google Find Hub, alias ekosistem Find My Device milik Android. Dengan basis miliaran perangkat Android yang tersebar di seluruh dunia, Pixel Tag bisa memperbarui lokasi barang meski pengguna sedang berada jauh di luar jangkauan Bluetooth. Konsep crowdsourcing seperti ini persis yang selama ini membuat AirTag begitu efektif. Google kini punya amunisi yang tidak kalah besar.
Untuk pelacakan presisi jarak dekat, Pixel Tag dibekali Ultra Wideband (UWB) yang mampu memberikan informasi arah sekaligus estimasi jarak menuju perangkat. Nilai jual yang, agaknya, paling kuat dibanding tracker Bluetooth biasa yang hanya beri gambaran kasar soal lokasi. Teknologi Bluetooth 6.0 dengan Channel Sounding juga disematkan untuk akurasi pengukuran jarak yang lebih baik. Tapi ada syaratnya: Channel Sounding membutuhkan Android 16 atau lebih baru dengan spesifikasi Bluetooth 6.0, sementara UWB hanya bekerja penuh di perangkat Pixel Pro dan Galaxy S atau Z Fold yang mendukung frekuensi tersebut.
Kompatibilitas dasar Pixel Tag cukup longgar. Siapa pun yang memakai Android 9 ke atas bisa langsung memasangkan perangkat ini via Google Fast Pair, tanpa konfigurasi manual. Android 9 sendiri sudah dirilis sejak 2018, jadi basis penggunanya jelas sangat luas. Pixel Watch generasi keempat ke atas juga kebagian dukungan fitur pelacakan.
Dari sisi ketahanan, Pixel Tag mengantongi sertifikasi IP67, tahan debu dan mampu bertahan direndam satu meter selama 30 menit. Materialnya stainless steel, diklaim kuat terhadap tekanan, tekukan, dan benturan. Bukan pelacak yang gampang menyerah di dasar tas.
Soal daya, Pixel Tag mengandalkan baterai koin CR2032 yang mudah dicari di minimarket, dengan ketahanan diklaim lebih dari satu tahun. Bisa diganti sendiri tanpa beli unit baru. Keunggulan yang tidak dimiliki semua kompetitor, kalau data ini bisa dipercaya.
Fitur Left Behind Alerts turut disertakan sebagai proteksi anti-stalking. Ponsel akan memperingatkan pengguna jika Pixel Tag tertinggal atau terdeteksi dibawa orang yang tidak dikenal, lengkap dengan panduan cara mendeteksi dan menonaktifkan perangkat. Satu akun bisa berbagi akses pelacakan ke lebih dari 10 orang, berguna untuk keluarga yang ingin memantau koper atau barang bersama.
Harganya 29 dolar AS, setara Rp518 ribu untuk satu unit, atau 99 dolar AS alias Rp1,7 juta untuk bundling empat unit. Ketersediaan global baru dimulai 11 November 2026. Untuk Indonesia, belum ada konfirmasi resmi kapan Pixel Tag bakal masuk.