Tiga puluh tahun industri elektronik global bergantung pada China sebagai tulang punggung manufaktur, dan Google kini menjadi satu lagi nama besar yang bersiap hengkang.
Nikkei Asia melaporkan Google sudah memberi sinyal kepada para pemasoknya: seluruh produksi perangkat Pixel, dari smartphone, smartwatch, hingga earbud, akan angkat kaki dari China paling lambat 2027. Bukan diversifikasi bertahap. Exit total.
Vietnam jadi titik paling krusial dalam peta relokasi ini. Januari lalu, Nikkei Asia sudah lebih dulu melaporkan bahwa Google berencana mengembangkan sekaligus memproduksi Pixel 11 di sana. Prosesnya tidak sederhana, karena Google harus membangun lini produksi dari nol, mulai dari mesin perkakas, perangkat pengujian, sampai verifikasi standar kualitas yang ketat. Kenyataannya, proses itu berjalan lebih mulus dari perkiraan. Keberhasilan itulah yang agaknya membuat manajemen makin percaya diri mendorong relokasi lebih jauh.
Kompleksitas produksi smartphone memang berbeda kelas dibanding earbud atau jam tangan pintar. Kalau lini smartwatch dan earbud relatif lebih gampang dipindahkan, keberhasilan Pixel di Vietnam menjadi semacam ujian kelayakan bagi keputusan yang lebih besar. Google rupanya lulus ujian itu.
Dibanding Apple yang selama ini disorot keras soal ketergantungannya pada Foxconn di China, posisi Google jauh lebih lentur. Pixel tidak dijual secara resmi di pasar China, sehingga tidak ada risiko gesekan regulasi atau boikot konsumen lokal. Basis pengguna Pixel yang masih relatif kecil juga membuat transisi tidak perlu menanggung beban volume produksi raksasa. Ditambah lagi, ekosistem rantai pasokan smartphone di Vietnam sudah cukup matang, sebagian besar berkat kehadiran fasilitas Samsung yang bertahun-tahun membangun jaringan vendor lokal di sana. Google tinggal masuk dan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada, bukan membangun dari ladang kosong.
Pertanyaannya, mengapa sekarang?
Ada ambisi yang lebih besar dari sekadar efisiensi rantai pasokan. Google dikabarkan membidik pertumbuhan pengiriman Pixel 8 sampai 10 persen pada 2026, dibandingkan sekitar 12 juta unit yang dikapalkan sepanjang 2025. Angka yang tidak main-main, kalau tren pasar smartphone global sedang tidak berpihak. Pertumbuhan volume Pixel bukan tujuan akhir, melainkan kendaraan untuk memperluas penetrasi AI Gemini ke tangan lebih banyak konsumen. Setiap unit Pixel yang terjual, satu pintu masuk Gemini ke pasar ritel.
Apakah semua itu akan berjalan sesuai jadwal 2027, bisa jadi masih perlu dibuktikan. Tapi sinyal ke pemasok sudah dikirim, dan sinyal semacam itu, setidaknya dari perusahaan sebesar Google, jarang diucapkan setengah-setengah.