MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Google 28 Tahun: Dari Garasi dan Proyek Kampus, Ki...

Tekno

Google 28 Tahun: Dari Garasi dan Proyek Kampus, Kini Bernilai Rp32.000 Triliun

Google merayakan ulang tahun ke-28 pada 27 September 2026 dengan Doodle bergaya nostalgia 90-an, menandai perjalanan dari proyek riset mahasiswa Stanford hingga menjadi raksasa teknologi global bernilai lebih dari US$2 triliun di bawah Alphabet Inc.

Google Rayakan Ulang Tahun Ke-28 dengan Doodle Nostalgia 90-an

Dua puluh delapan tahun lalu, dua mahasiswa doktoral Stanford duduk di depan komputer dan mencoba memahami bagaimana internet seharusnya bekerja. Hari ini, proyek akademis kecil itu bernilai lebih dari US$2 triliun, setara sekitar Rp32.000 triliun, dan hampir semua penduduk bumi pernah mengetikkan sesuatu ke kolom pencariannya.

Google merayakan hari jadi ke-28 pada Minggu, 27 September 2026, dengan menampilkan Doodle khusus di halaman utama mesin pencariannya. Logo dibuat dengan efek tiga dimensi dan palet warna retro yang mengingatkan pada estetika digital era akhir 1990-an. Bukan sekadar penggantian visual rutin. Doodle kali ini agaknya dipilih dengan sadar sebagai undangan nostalgia bagi generasi yang sudah lama menjadi pengguna setia.

Tanggal 27 September sendiri punya cerita tersendiri. Google secara resmi berdiri pada 4 September 1998 di Menlo Park, California, tapi sejak 2006 manajemen konsisten merayakan ulang tahun di tanggal 27 September, yang dikaitkan dengan pencapaian penting dalam pertumbuhan indeks halaman web mesin pencarinya. Pilihan tanggal yang sedikit membingungkan bagi sebagian orang, tapi itulah Google.

Jauh sebelum kantor dan valuasi triliunan dolar, ceritanya bermula pada 1995 di kampus Stanford. Larry Page dan Sergey Brin, dua mahasiswa pascasarjana yang baru saja berkenalan, mengerjakan proyek riset yang berfokus pada pemetaan hubungan antar-situs web. Ide dasarnya sederhana tapi ternyata revolusioner: halaman yang banyak ditautkan situs lain kemungkinan besar lebih relevan dan lebih berkualitas. Mereka menamai sistem ini "BackRub", merujuk pada mekanisme analisis backlink yang menjadi tulang punggungnya. Nama yang terdengar aneh, tapi konsepnya tidak.

Pendekatan ini jadi pembeda yang nyata dari mesin pencari lain di zamannya. BackRub meledak justru karena ia menyajikan hasil yang relevan, bukan sekadar mencocokkan kata kunci. Ketika teknologinya matang, Page dan Brin mengganti nama proyeknya menjadi Google, terinspirasi dari istilah matematika "googol", angka 1 yang diikuti 100 angka nol. Simbol ambisi yang, entah kebetulan atau tidak, terbukti tidak berlebihan.

Di kantor Google di Ananta, Bengaluru, India, perayaan internal digelar dengan dekorasi ruangan, kudapan, dan kue tiga tingkat berhiaskan ikon produk-produk perusahaan. "Perayaan ulang tahun ke-28 Google!" tulis Gazal Arora, seorang karyawan, dalam unggahan Instagram-nya yang memperlihatkan suasana prasmanan dan kemeriahan internal.

Kisah dari garasi ke raksasa global memang sudah sering diceritakan. Tapi angkanya tetap menggiurkan untuk dicermati. Dari mesin pencari tunggal, Google kini menguasai surel lewat Gmail, navigasi lewat Maps, sistem operasi mobile lewat Android, peramban lewat Chrome, sampai platform video terbesar di dunia lewat YouTube. Semua di bawah satu atap Alphabet Inc., konglomerat teknologi yang menjadi kendaraan bisnis Page dan Brin sejak restrukturisasi 2015. Pertanyaannya, sampai kapan portofolio ini cukup?

Dua pendiri yang dulu bergulat dengan server rakitan di sebuah garasi kini masuk dalam daftar orang terkaya dunia. Tidak banyak proyek kampus yang berakhir seperti ini.