KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Ghost Recon Baru Dirumorkan Bawa Gameplay ala Read...

Tekno

Ghost Recon Baru Dirumorkan Bawa Gameplay ala Ready or Not, Berlatar Asia

Ubisoft disebut tengah menggarap iterasi baru Ghost Recon berkode Project OVR, dengan latar Asia dan gameplay berorientasi simulasi militer first-person yang terinspirasi Ready or Not.

Ubisoft Siapkan Game Ghost Recon Baru Berlatar di Asia

Setelah bertahun-tahun Ghost Recon seolah masuk laci, franchise penembak taktis Ubisoft itu agaknya akan kembali dengan wajah yang cukup berbeda dari yang kita kenal.

Rumor mengenai proyek ini bocor lewat dua leaker Ubisoft yang punya rekam jejak tidak asal-asalan: RogueTx dan xj0nathan, keduanya aktif di Twitter/X dan dikenal di komunitas sebagai sumber bocoran internal publisher asal Prancis itu. Berdasarkan informasi yang mereka bagikan, game Ghost Recon baru ini berlokasi di Asia dan gameplaynya mengambil inspirasi dari Ready or Not, game taktis VOID Interactive yang belakangan populer di kalangan penggemar simulasi militer.

Kalau bocoran itu benar, ini bukan sekadar refresh kosmetik. Ghost Recon selama ini lekat dengan gaya third-person arcade shooter, terutama sejak era Wildlands dan Breakpoint yang banyak dikritik terlalu kasual untuk ukuran franchise taktis. Bergeser ke first-person shooter dengan pendekatan realisme berat seperti Ready or Not jelas perubahan arah yang cukup berani, bahkan bisa dibilang judi.

RogueTx menyebut fitur Squad tetap dipertahankan, tapi UI dirancang jauh lebih ramping dari seri-seri sebelumnya. Bukan karena malas, melainkan karena game memang diarahkan ke stealth dengan bobot realisme yang lebih kental. xj0nathan menambahkan detail soal sistem markas yang bisa dikelola pemain, lengkap dengan roster karakter yang bisa dipilih dan ditingkatkan levelnya untuk mengemban misi-misi berikutnya. Ada juga quest mingguan agar pemain tidak kabur setelah beberapa jam pertama.

Satu detail yang cukup kontroversial: sistem permadeath sempat masuk ke dalam game, mirip mekanisme di Hunt: Showdown. Fitur itu rupanya sudah dicoret setelah para peserta playtest merasa terlalu frustrasi. Masuk akal secara bisnis, meski komunitas hardcore boleh jadi menyayangkannya.

Lokasi Asia sendiri bukan terra incognita bagi franchise ini. Ghost Recon 2 pernah membawa pemain ke Korea Utara, Summit Strike ke Kazakhstan, Predator ke Sri Lanka. Preseden ada, tinggal eksekusinya.

Secara internal, proyek ini dikenal dengan kode Project Over atau Project OVR. CEO Ubisoft Yves Guillemot sempat mengonfirmasi keberadaannya pada 2025, meski tanpa detail lebih lanjut. Sempat dirumorkan rilis 2026, tapi sampai sekarang belum ada pengumuman resmi.

Kalau Ubisoft serius membawa Ghost Recon ke ranah simulasi militer yang lebih keras dan meninggalkan formula open-world yang sudah mulai terasa jenuh, ini bisa jadi comeback yang lama ditunggu. Atau sekadar rumor yang keburu hype. Entah kebetulan atau tidak, bocoran ini muncul persis di momen komunitas Ghost Recon sedang haus. Pasar yang akan menentukan.