Hampir seluruh laba bersih Gudang Garam tahun 2025 bakal mendarat di kantong pemegang saham, sinyal yang agaknya sudah dibaca lebih awal oleh investor asing.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) resmi menetapkan dividen tunai Rp 800 per saham untuk tahun buku 2025, disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar di Grand Surya Hotel, Kota Kediri, 23 Juni 2026. Total nilai dividen Rp 1,539 triliun, setara sekitar 99% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,55 triliun. Sisa laba dicatat sebagai saldo laba untuk memperkuat modal kerja perseroan.
Payout ratio 99% bukan hal yang lazim. Manajemen praktis tidak menahan laba untuk reinvestasi dari earnings tahun ini, meski saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya masih sangat tebal di Rp 61,38 triliun dan total ekuitas menyentuh Rp 62,57 triliun. Pertanyaannya, apakah ini keputusan satu kali atau sinyal kebijakan jangka panjang?
Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 1 Juli 2026. Recording date ditetapkan 3 Juli 2026 pukul 16.00 WIB, pembayaran pada 23 Juli 2026.
Pada harga penutupan Kamis (25/6) di Rp 16.950, dividend yield GGRM diindikasikan sekitar 4,7%. Cukup menarik, kalau tidak terlalu menarik, bagi emiten yang valuasinya masih terdiskon cukup dalam. Price to book value tercatat hanya 0,50 kali berdasarkan data Stockbit Sekuritas: nilai buku per saham GGRM di kisaran Rp 33.000-an, sementara harga pasarnya separuhnya. Price earnings ratio pun terbilang murah di 5,18 kali secara annualized.
Investor asing sepertinya sudah baca sinyal ini duluan. Akumulasi net buy asing di GGRM berlangsung konsisten sejak 5 Juni hingga 26 Juni 2026, total nilainya Rp 104,51 miliar. Sebulan terakhir saham emiten rokok Kediri ini melesat 5,75%, sebelum terkoreksi 2,07% ke Rp 16.550 pada perdagangan Jumat (26/6). Volume transaksi hari itu 1,07 juta saham, frekuensi 1.885 kali, nilai Rp 17,75 miliar.
Waktunya mepet. Cum date di pasar reguler tinggal hitungan hari, dan dengan yield nyaris 5% dari saham yang diperdagangkan di bawah nilai bukunya, GGRM layak dihitung ulang sebelum tanggal cut-off.