JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Gedung Putih Yakin Kesepakatan dengan Iran Bisa Te...

Internasional

Gedung Putih Yakin Kesepakatan dengan Iran Bisa Tercipta Pekan Ini

Washington optimistis negosiasi nuklir dengan Teheran akan mencapai titik terang akhir pekan depan, meski Iran menegaskan tidak akan ada kesepakatan tanpa jaminan hak-haknya dipenuhi.

Secret talks helped forge Iran nuclear deal | Iran | The Guardian

Gedung Putih menyatakan optimisme bahwa kesepakatan dengan Iran bisa terwujud dalam hitungan hari. Seorang pejabat senior administrasi Trump bahkan secara terbuka menyebut mereka siap menunggu selama yang diperlukan agar presiden mendapat apa yang dimintanya.

Kepada Axios, pejabat itu mengucapkan: "Akan ada kesepakatan. Mengenai seberapa dekat waktunya, kita akan lihat nanti. Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa dalam waktu seminggu. Bisa kurang. Bisa juga lebih lama. Menjelang pergantian pekan, kami berharap sudah ada sesuatu." Pernyataan itu keluar Ahad (31/5/2026), sehari setelah The New York Times melaporkan Trump mengajukan persyaratan yang lebih ketat dan telah mengirimkan proposal baru ke Teheran. Iran, menurut Axios, akan merespons dalam sekitar tiga hari.

Dari Teheran, nadanya lain sama sekali. Negosiator Iran menegaskan tidak akan ada kesepakatan tanpa jaminan penuh atas hak-hak mereka. Dua pihak bermain di frekuensi yang berbeda, dan jarak itu agaknya belum menyempit.

Latar belakangnya panjang. Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke sejumlah target di Iran, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban sipil. Tujuh pekan berselang, tepatnya 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata dua pekan. Perundingan lanjutan di Islamabad kemudian gagal, dan AS merespons dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Bukan langkah kecil. Trump akhirnya memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberi Teheran ruang menyusun proposal perdamaian. Bola kini di tangan Iran, setidaknya menurut versi Washington.

Bagi pelaku pasar yang memantau harga minyak dan dinamika kawasan Teluk, tensi perundingan ini bukan sekadar berita diplomatik. Entah kebetulan atau tidak, setiap sinyal kemajuan dari meja negosiasi selalu direspons pasar komoditas energi global. Kesepakatan yang menjamin hak-hak Iran sekaligus memenuhi syarat Trump, kalau benar terwujud, bisa jadi katalis yang mengubah peta risiko geopolitik untuk beberapa kuartal mendatang. Pertanyaannya: seberapa jauh keduanya mau berkompromi?