KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Game Eksklusif Masih Jadi Raja: Kenapa Gamer Pilih...

Tekno

Game Eksklusif Masih Jadi Raja: Kenapa Gamer Pilih Konsol

Riset Circana terhadap 2.500 responden membuktikan game eksklusif tetap faktor terkuat yang mendorong pembelian konsol, meski trennya mulai tergerus dibanding tahun lalu.

Empat puluh satu persen. Angka itu cukup bicara sendiri.

Survei terbaru Circana terhadap 2.500 responden berusia di atas 13 tahun menemukan bahwa ketersediaan judul eksklusif tetap menjadi alasan paling kuat mengapa gamer memilih konsol ketimbang PC. Bukan harga, bukan spesifikasi, bukan layanan berlangganan. Game yang tidak bisa dimainkan di tempat lain.

Faktor sosial menyusul di belakangnya. Sebanyak 38 persen responden mengaku memilih konsol karena lingkaran pertemanan atau keluarga mereka sudah lebih dulu di platform yang sama. Tiga puluh tujuh persen menyebut kemudahan bermain bareng kerabat sebagai pertimbangan, dan 36 persen terang-terangan bilang lebih suka bersandar di sofa ruang tamu ketimbang duduk tegak di depan meja. Kenyamanan itu, agaknya, nilainya tidak bisa diremehkan.

Format fisik pun belum benar-benar mati. Satu dari empat responden, tepatnya 24 persen, masih memasukkan ketersediaan kaset atau cakram sebagai faktor dalam keputusan beli.

Namun kalau dibandingkan dengan data kuartal pertama 2025, ada pergeseran yang patut dicermati. Alasan eksklusif turun delapan poin. Faktor sosial susut empat poin. Cermin retak dari tren lintas platform yang kian agresif, di mana banyak judul besar kini hadir di semua ekosistem sekaligus.

Circana sendiri mencatat bahwa sejumlah game dengan basis pemain aktif mingguan tertinggi justru bukan judul eksklusif. Beberapa bahkan melampaui performa konten khusus PlayStation maupun Xbox dari sisi engagement. Ironis, tapi begitulah pasar.

Data historis, bagaimanapun, menegaskan satu hal: ketika eksklusif besar meluncur, penjualan hardware ikut meledak. Chris Dring dari The Game Business pernah mengurai fenomena ini. "Pada November 2022, dengan dirilisnya God of War Ragnarok, PS5 mengalami lonjakan penjualan di Jepang dan Inggris. Selama minggu perilisan, penjualan PS5 melonjak 116 persen di Jepang berdasarkan data Famitsu. Sementara di Inggris, 38 persen dari semua PS5 yang terjual bulan itu adalah paket bundle God of War Ragnarok," kata Dring, merujuk data Nielsen IQ.

Satu game. Satu minggu. Penjualan konsol lebih dari dua kali lipat.

Strategi bundle perangkat keras terbukti ampuh mengunci pangsa pasar, setidaknya di dua wilayah besar itu. Pertanyaannya sekarang: seberapa lama eksklusif masih bisa jadi kartu truf, di dunia gaming yang makin borderless?