Apple akhirnya terjun ke pasar foldable smartphone dengan iPhone Duo, dan pasar langsung riuh. Antrean toko. Meme selotip yang viral. Harganya yang bikin sesak napas.
Tapi di balik hype itu, ada pertanyaan yang lebih penting buat siapa pun yang sedang mempertimbangkan merogoh kocek belasan hingga puluhan juta rupiah: apakah iPhone Duo sepadan? Dan bagaimana posisinya melawan Galaxy Z Fold8, produk Samsung yang sudah generasi kedelapan, hasil delapan tahun trial and error di segmen yang Apple baru berani masuki sekarang?
Mulai dari yang paling terasa di tangan: bobot. Galaxy Z Fold8 ditimbang 201 gram, iPhone Duo 254 gram. Selisih 53 gram mungkin terdengar sepele di atas kertas, tapi coba genggam satu botol parfum 50 ml, lalu bayangkan tambahan itu nempel di telapak tangan sepanjang hari. Fold8 juga lebih tipis saat dilipat: 9,7 mm versus 11,3 mm. Ini bukan kebetulan. Samsung mengevaluasi sekitar 270 komponen, menghilangkan 15 jenis komponen pendukung, dan mengoptimalkan lebih dari 170 komponen lainnya, proses panjang yang akhirnya memangkas bobot hingga 75 gram dibandingkan Fold generasi pertama.
Ketipisan dan bobot itu, entah kebetulan atau tidak, jadi daya tarik utama bagi 26 persen responden dalam survei Samsung Indonesia. Riset Counterpoint bahkan menyebut 70 persen konsumen menginginkan foldable yang bobotnya setara atau lebih ringan dari ponsel yang mereka pakai sekarang. Samsung menjawab itu. Apple, untuk peluncuran pertamanya, agaknya belum.
Soal kamera, Fold8 hadir dengan wide 50 MP dan ultrawide 50 MP, keduanya setara resolusinya, plus dukungan rekaman video hingga 8K 30fps. Ada pula lensa telefoto yang justru absen di iPhone Duo. Apple membekali iPhone Duo dengan kamera Fusion Main 48 MP dan Fusion Ultra Wide 48 MP; zoom andalannya mengandalkan crop digital dari sensor utama. Untuk video, iPhone Duo unggul di frame rate: 4K 120fps Dolby Vision, keunggulan nyata bagi kreator konten. Tapi kalau dihitung sistem kamera secara keseluruhan, Fold8 lebih lengkap.
Multitasking? Fold8 mendukung tiga aplikasi sekaligus via split-screen, lengkap dengan App Pair, Flex Mode, taskbar, Samsung DeX, dan Link to Windows. iPhone Duo dengan iOS 27 membawa Split View untuk dua aplikasi berdampingan, Apple memang mengoptimalkan antarmuka untuk layar lipat, tapi dari sisi fleksibilitas produktivitas, Samsung masih selangkah lebih jauh. Bukan main.
Lalu soal harga, yang paling bikin meme berseliweran itu. Galaxy Z Fold8 varian 256 GB dibanderol Rp28,5 juta. iPhone Duo 256 GB? Sekitar US$1.999 atau setara Rp35,3 juta di harga global Amerika Serikat, belum termasuk potensi markup harga resmi Indonesia. Selisihnya sekitar 20 persen lebih mahal untuk kapasitas yang sama. Samsung bahkan sedang menawarkan total cashback hingga Rp4,5 juta untuk pembelian hingga akhir September, plus cicilan 0 persen 24 bulan mulai Rp1.187.000 per bulan.
Foldable pertama Apple memang bersejarah secara simbolis, dan bagi loyalis ekosistem iOS, iPhone Duo tetap pilihan utama tanpa debat. Kamera videonya kelas sendiri. Integrasinya dengan Apple Watch, AirPods, dan Mac tak tertandingi bagi yang sudah dalam ekosistem itu.
Tapi untuk yang masih di persimpangan? Pertanyaannya: berapa banyak yang rela bayar 20 persen lebih mahal untuk ekosistem, sementara produk kompetitor lebih ringan, lebih tipis, lebih lengkap kameranya, dan lebih fleksibel multitaskingnya? Samsung bukan sedang meluncurkan smartphone baru. Mereka sedang memanen delapan tahun pengalaman, dan selisih harga Rp6,8 juta itu cermin dari perbedaan yang nyata.