MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Galaxy Watch6 Bisa Deteksi Pingsan 5 Menit Lebih A...

Tekno

Galaxy Watch6 Bisa Deteksi Pingsan 5 Menit Lebih Awal, Akurasi 84,6%

Studi klinis di Korea Selatan membuktikan Galaxy Watch6 mampu memprediksi episode pingsan hingga lima menit sebelum terjadi dengan akurasi 84,6%, menandai babak baru wearable sebagai perangkat medis preventif.

Studi Terbaru, Galaxy Watch6 Bisa Prediksi Pingsan Akurasi 84 Persen

Jam tangan pintar yang selama ini identik dengan notifikasi dan penghitung langkah kini masuk ke wilayah yang jauh lebih serius: menyelamatkan nyawa.

Samsung baru saja mempublikasikan hasil studi klinis yang menunjukkan Galaxy Watch6 mampu memprediksi episode pingsan hingga lima menit sebelum terjadi, dengan tingkat akurasi 84,6%. Bukan uji lab internal. Ini kolaborasi formal dengan Rumah Sakit Gwangmyeong Universitas Chung-Ang di Korea Selatan, melibatkan 132 pasien yang didiagnosis dengan Sinkop Vasovagal (VVS).

VVS bukan kondisi sepele. Gangguan ini membuat detak jantung dan tekanan darah ambles secara tiba-tiba, memicu hilangnya kesadaran tanpa peringatan yang jelas. Bagi penderitanya, setiap episode bisa berujung cedera serius, terutama kalau terjadi saat berdiri, berkendara, atau berada di ketinggian.

Sinyal yang ditangkap Watch6 bersumber dari sensor photoplethysmography (PPG) yang sudah tertanam di perangkat sejak hari pertama dijual. Yang membedakan adalah algoritma AI di baliknya, yang menganalisis data Heart Rate Variability (HRV) untuk menangkap pola halus yang mendahului episode sinkop. Lima menit. Bukan banyak, tapi ternyata cukup.

Menurut Profesor Junhwan Cho dari Departemen Kardiologi RS Gwangmyeong, jeda waktu itu memberi pengguna kesempatan untuk duduk atau berbaring, menghindari cedera dari jatuh, bahkan menghubungi bantuan medis sebelum kesadaran benar-benar hilang. Dalam dunia kardiologi, early warning sekelas ini biasanya hanya bisa diperoleh dari peralatan monitor klinis, bukan dari sesuatu yang dipakai di pergelangan tangan sambil ngopi pagi.

Studi ini sudah dipublikasikan di European Heart Journal, Digital Health, salah satu jurnal kardiologi paling diakui di Eropa. Dan ini diklaim sebagai pertama kalinya secara global sebuah smartwatch komersial terbukti secara klinis bisa mendeteksi risiko pingsan secara proaktif. Klaim besar, dan agaknya tidak berlebihan mengingat bobot proses validasinya.

Jongmin Choi, Kepala Grup R&D Kesehatan Samsung Electronics, menyebut pencapaian ini sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan: menggeser model layanan kesehatan dari "perawatan pasca-kejadian" menjadi "perawatan pencegahan." Fondasi yang dibangun dari Watch6, kata Choi, akan menjadi pijakan pengembangan fitur kesehatan pada lini wearable Samsung berikutnya, termasuk Galaxy Ring.

Tapi ada catatan yang perlu digarisbawahi. Fitur ini belum dirilis ke publik.

Masih dalam tahap validasi lanjutan, belum masuk ke pembaruan perangkat lunak resmi untuk pengguna umum. Artinya, bagi yang sudah punya Watch6 di tangan sekarang, kemampuan ini belum bisa dinikmati. Seberapa cepat Samsung mendorong fitur ini ke pasar luas, dan apakah akan butuh sertifikasi alat kesehatan di masing-masing negara, masih jadi pertanyaan terbuka. Bisa jadi prosesnya panjang.

Yang sudah pasti: batas antara consumer electronics dan perangkat medis kini semakin tipis. Dengan akurasi 84,6% dari sebuah jam tangan yang harganya jauh di bawah monitor jantung klinis, Samsung baru saja menaikkan standar untuk seluruh industri wearable. Pasar, kalau data ini bisa dipercaya, tidak akan bisa pura-pura tidak melihat.