Tipster kondang Ice Universe punya reputasi yang sulit dibantah soal bocoran produk Samsung. Unggahan terbarunya di Weibo kembali bikin ramai komunitas smartwatch global: Galaxy Watch Ultra 2, yang kemungkinan besar meluncur 22 Juli di London, disebut akan datang dengan tiga upgrade hardware yang cukup substansial.
Yang paling mencolok adalah kecerahan layar. Dari 3.000 nits ke 5.000 nits. Bukan lompatan kecil. Di bawah terik matahari langsung, selisih 2.000 nits itu bisa berarti antara layar yang masih terbaca dan layar yang cuma jadi cermin. Baterai ikut naik kelas, dari 590 mAh ke 800 mAh, peningkatan 35% yang diklaim bisa mendorong daya tahan sampai tiga hari sekali cas.
Satu lagi yang bakal menarik perhatian penggemar outdoor: rating ketahanan IP69K yang dirumorkan menggantikan IP68. Standar ini berarti perangkat tahan semprotan air bertekanan tinggi dan suhu ekstrem, bukan sekadar cipratan hujan atau rendam dangkal. Kalau ini benar, peringatan "jangan untuk menyelam scuba" yang masih menempel di Galaxy Watch Ultra generasi pertama kemungkinan bisa dicoret.
Dari sisi desain, bocoran render yang dibagikan Evan Blass menunjukkan perubahan yang nyaris nol, dengan bentuk case dan penempatan tombol yang identik dengan model sebelumnya. Ada kemungkinan tambahan opsi warna biru baru. Galaxy Watch Ultra 2 juga dirumorkan kebagian Trail Band eksklusif dalam empat pilihan warna: Black, Blue, Green, dan Orange. Bagi yang ingin tampilan lebih formal, Hybrid Band bermaterial menyerupai kulit disiapkan dalam varian Beige, Brown, Black, dan Gray.
Soal jeroan, prosesor Snapdragon Wear Elite terbaru agaknya jadi pilihan utama Samsung untuk generasi ini. Chip baru plus baterai yang lebih besar, kalau terbukti, bisa jadi pembeda nyata bagi pengguna yang selama ini mengeluhkan daya tahan Galaxy Watch Ultra yang terasa cekak untuk pemakaian intensif.
Harga? Masih abu-abu. Generasi pertama dijual US$649, sekitar Rp10,6 juta, berjarak US$159 di bawah Apple Watch Ultra 2. SamMobile memperkirakan Samsung bisa mematok harga sedikit lebih tinggi di US$699 untuk generasi baru ini. Kenaikan US$50 yang, entah kebetulan atau tidak, bisa langsung terkubur kalau Samsung kembali melempar diskon agresif seperti kebiasaannya.
Tapi di balik hype bocoran yang terus mengalir, ada cerita lain yang lebih pelan tapi cukup bikin pengguna setia Samsung Health berkerut: fitur Vascular Load resmi dihapus dari Galaxy Watch di Amerika Serikat mulai akhir Juli ini. Fitur yang menggunakan data detak jantung untuk mengukur perubahan volume darah itu baru setahun eksis, diluncurkan bersamaan Galaxy Watch 8 di Galaxy Unpacked 2025.
Alasan resmi? Samsung belum bicara gamblang. Spekulasi di forum Reddit mengarah kuat ke satu nama: FDA. Regulator AS memang terkenal lambat dan ketat dalam memberi lampu hijau untuk fitur kesehatan di perangkat konsumer. Bukan kali pertama, pula, Apple Watch pernah kena hambatan serupa.
Sebagai gantinya, Samsung menyiapkan fitur Blood Pressure Trend yang hadir bersama pembaruan Samsung Health 7.0 dan One UI 9 Watch. Bedanya dari Vascular Load cukup mendasar: Blood Pressure Trend butuh manset tekanan darah eksternal untuk beroperasi, perlu dikalibrasi ulang setiap 28 hari, dan Samsung sendiri menegaskan fitur ini hanya untuk tujuan wellness, bukan diagnosis medis. Bagi pengguna yang sudah nyaman dengan Vascular Load, transisi ini jelas butuh penyesuaian.
Kabar baiknya bagi pengguna di Indonesia: penghapusan Vascular Load hanya berlaku di pasar AS. Setidaknya untuk saat ini.
Acara Galaxy Unpacked 22 Juli di London tampaknya akan jadi panggung padat Samsung: Galaxy Watch Ultra 2, Galaxy Watch 9, Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra, plus Galaxy Z Flip8. Apakah bocoran-bocoran ini akan terbukti akurat? Kita tinggal hitung mundur.