Kalau kamu masih pegang Galaxy S22 atau Z Fold3, ada baiknya mulai cek kalender. Bukan karena perangkatnya rusak, tapi karena jam dukungan perangkat lunaknya sudah hampir habis, dan itu implikasinya cukup serius buat keamanan digital sehari-hari.
Samsung memang dikenal royal soal komitmen software dibanding banyak vendor Android lain. Lini flagship terbarunya dijamin dapat pembaruan selama tujuh tahun, sementara kelas menengah terkini sudah masuk ke jaminan enam tahun. Angka yang, jujur saja, cukup sulit ditandingi kompetitor. Tapi kebijakan murah hati itu tidak berlaku surut, dan seri-seri yang lahir di era 2021-2022 kini mulai merasakan batas akhirnya.
Galaxy S22 series meluncur Februari 2022 dan resmi berhenti menerima pembaruan Android sejak Februari 2026. Security patch masih mengalir hingga Februari 2027, tapi itu pun sudah hitung mundur. Galaxy S21 FE 5G yang rilis Januari 2022 ada di posisi serupa, dengan pembaruan Android yang sudah kedaluwarsa sejak awal tahun ini. Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3, dua perangkat lipat primadona 2021, jadwal berakhirnya pembaruan keamanan jatuh di Agustus 2026. Tidak lama lagi.
Untuk yang memegang Galaxy S23 series, masih ada napas lebih panjang. Pembaruan Android dijadwalkan berakhir Februari 2027, dengan security patch bertahan hingga Februari 2028. Galaxy Z Fold4 dan Z Flip4 pun bernasib serupa, batas akhir dukungan keamanan di Agustus 2027.
Satu hal yang jarang disadari pengguna: Samsung tidak pernah merilis daftar resmi End of Life perangkat secara terbuka. Tidak ada notifikasi otomatis di layar ponsel ketika masa dukungan berakhir. Pengguna harus aktif mengecek sendiri, dan banyak yang abai sampai akhirnya bertanya-tanya kenapa ponselnya tidak dapat update lagi.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi setelah dukungan berhenti? Secara fisik, ponsel tetap menyala. WhatsApp jalan, kamera berfungsi, aplikasi sehari-hari tidak tiba-tiba mati. Tapi di balik itu, celah keamanan yang ditemukan pada sistem operasi tidak akan pernah ditambal. Perangkat tanpa security patch terbaru menjadi jauh lebih rentan terhadap malware, pembobolan aplikasi perbankan, hingga pencurian data pribadi. Bukan skenario teori, tapi risiko nyata yang kian menganga seiring waktu.
Pola yang diterapkan Samsung juga menarik: pembaruan Android berhenti satu tahun lebih awal sebelum security patch ikut kedaluwarsa. Ada semacam periode transisi, di mana tampilan antarmuka One UI tidak lagi berkembang tapi perlindungan keamanan masih aktif berjalan. Setelah batas akhir security patch terlewati, barulah perangkat benar-benar masuk zona tanpa perlindungan. Zona abu-abu dulu, lalu gelap total.
Bagi pengguna yang perangkatnya masuk daftar ini, opsi paling masuk akal agaknya cuma satu: upgrade. Galaxy generasi terbaru membawa jaminan pembaruan enam hingga tujuh tahun sejak tanggal rilis. Perangkat yang dibeli sekarang bisa menerima update software hingga 2031 atau bahkan 2033. Selisih yang cukup jauh dibanding harus khawatir soal keamanan digital mulai tahun depan.