Banyak momen terbaik terjadi setelah matahari terbenam. Masalahnya, tidak semua kamera ponsel midrange mau mengakui fakta itu.
Samsung Electronics Indonesia agaknya paham betul frustrasi ini. Galaxy A37 5G, yang secara resmi disasar untuk segmen "Awesome Generation", dibekali kamera utama 50MP dengan peningkatan kemampuan Nightography sebagai senjata utamanya. Teknologi ini bekerja lewat peningkatan Image Signal Processor dan ukuran pixel sensor hingga 1 mikrometer, yang secara teknis memungkinkan tangkapan cahaya lebih banyak sebelum noise sempat merusak frame.
Hasilnya? Foto di restoran remang-remang atau sesi city night strolling yang biasanya berakhir buram diklaim tetap jernih dan detail. Tanpa marathon editing sebelum diunggah.
"Galaxy A37 5G dibekali kamera utama 50MP yang didukung peningkatan kemampuan Nightography, menghasilkan foto dan video yang lebih terang, tajam, dan minim noise. Detail tetap jelas meski dalam kondisi pencahayaan terbatas, sehingga pengguna dapat menghasilkan konten yang siap dibagikan real-time," kata Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia.
Konfigurasi triple camera-nya terdiri dari lensa utama 50MP, ultra-wide 8MP, dan macro 5MP. Bukan setup paling wah di kelasnya, tapi cukup komprehensif untuk sebagian besar kebutuhan konten sehari-hari. Bagi yang ingin lebih serius, mode Pro tersedia dengan kontrol manual ISO dan shutter speed, termasuk opsi shutter 2 detik untuk situasi low light tanpa tripod.
Layarnya Super AMOLED 120Hz dengan fitur Vision Booster. Angka yang lazimnya baru muncul di kelas atas, kini turun ke midrange. Kombinasi ini membuat hasil foto terlihat akurat saat direview langsung di layar. Bukan baru ketahuan pucat setelah diunggah ke Instagram.
Soal daya tahan, baterai 5000mAh sudah jadi taruhan standar di segmen ini. Samsung tidak melakukan sesuatu yang revolusioner di sini, kalau jujur saja. Tapi angkanya cukup untuk menemani ritme harian tanpa panik mencari colokan sebelum tengah malam.
Pertanyaannya tinggal satu: di pasar midrange yang makin sesak dengan pemain Tiongkok yang berani pasang spesifikasi agresif, apakah branding dan ekosistem Samsung masih cukup kuat untuk menutup selisih itu? Jawaban ada di tangan konsumen.