JUMAT, 2 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Fosil Amfibi 240 Juta Tahun Ditemukan di Batu Pasi...

Internasional

Fosil Amfibi 240 Juta Tahun Ditemukan di Batu Pasir Australia, Nyaris Jadi Dinding Halaman

Arenaerpeton supinatus, amfibi purba sepanjang 1,2 meter dari periode Trias, menjadi salah satu penemuan paleontologi paling penting dalam tiga dekade terakhir di New South Wales.

Ilmuwan Identifikasi Fosil Amfibi Purba Langka di Australia

Mihail Mihailidis tidak pernah berniat masuk ke buku sejarah sains. Pensiunan peternak ayam asal Kincumber, Australia, itu cuma mau membangun dinding dari balok batu pasir tambang lokal. Tapi saat ia membalik salah satu baloknya, jejak makhluk purba tercetak sangat jelas di permukaannya. Batu itu kemudian disumbangkan ke Australian Museum, dan pada 2023, para ilmuwan secara resmi mendeskripsikan makhluk tersebut sebagai Arenaerpeton supinatus.

Umurnya sekitar 240 juta tahun. Bukan angka kecil. Fosil ini berasal dari periode Trias, era ketika bumi sedang dalam pemulihan pascakepunahan massal paling dahsyat dalam sejarah geologi yang dikenal sebagai The Great Dying, jauh sebelum dinosaurus sempat berjaya di planet ini. Daratan Australia kala itu masih bagian dari superbenua Gondwana, dan kelompok amfibi temnospondyl seperti Arenaerpeton tersebar luas di seluruh wilayahnya.

Yang membuat spesimen ini istimewa bukan sekadar usianya. Kondisi fosilisasinya yang nyaris mustahil itulah yang bikin komunitas paleontologi terbelalak. Batu pasir terbentuk di lingkungan kaya oksigen, kondisi yang justru mempercepat pembusukan tubuh hewan. Namun Arenaerpeton ditemukan dengan kerangka hampir utuh, saling tersambung penuh, bahkan masih mempertahankan sisa jaringan lunak. Kemungkinan besar hewan ini mati di dasar perairan tenang yang dingin atau minim oksigen, sehingga hewan pemakan bangkai enggan mendekati bangkainya dan sedimen sempat menyegel bentuk tubuhnya secara utuh.

"Sekilas, Arenaerpeton terlihat sangat mirip Salamander Raksasa China modern, terutama bentuk kepalanya," kata Lachlan Hart, ahli paleontologi dari University of New South Wales (UNSW). "Namun dari ukuran tulang rusuk dan garis bentuk jaringan lunak yang terawetkan, kita dapat melihat ia jauh lebih gempal daripada keturunannya yang masih hidup saat ini. Giginya cukup menyeramkan, termasuk sepasang taring di langit-langit mulutnya." Agaknya taring itulah andalan Arenaerpeton saat berburu ikan di sungai-sungai air tawar Cekungan Sydney.

Meskipun bagian ekornya hilang, panjang total tubuh Arenaerpeton diperkirakan mencapai 1,2 meter. Terbilang jumbo untuk kelompok temnospondyl purba yang pernah menghuni wilayah ini.

"Ini adalah salah satu fosil terpenting yang ditemukan di New South Wales dalam 30 tahun terakhir," kata Matthew McCurry, ahli paleontologi dari UNSW dan Australian Museum. Kalau data kelengkapan spesimen ini bisa dipercaya, pernyataan itu sama sekali tidak berlebihan.

Fosil sepenting ini, ironisnya, nyaris berakhir sebagai bahan bangunan dinding halaman.