Dua ekor panda raksasa kini resmi menghuni Zoo Atlanta. Ping Ping, pejantan berusia enam tahun, dan Fu Shuang, betina lima tahun, mendarat di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta setelah menempuh penerbangan langsung dari Bandara Internasional Chengdu Shuangliu, Tiongkok. Seluruh biaya transportasi ditanggung FedEx Corporation (NYSE: FDX) sebagai bagian dari komitmen CSR perusahaan.
Ini bukan debut FedEx di jalur diplomatik paling unik di dunia. Sejak 2000, perusahaan logistik itu telah memindahkan 23 ekor panda antara Tiongkok dan lembaga-lembaga konservasi global. Bukan angka kecil.
Selama penerbangan, Ping Ping dan Fu Shuang menjadi satu-satunya penumpang kargo di pesawat tersebut. Keduanya ditempatkan di kandang angkut khusus, dilengkapi bambu segar, air minum, dan camilan favorit mereka. Tim ahli satwa dari Zoo Atlanta ikut mendampingi langsung di kabin kargo. Sebelum keberangkatan, kedua panda telah menjalani pembiasaan di dalam kandang angkut agar tidak kena stres berlebihan selama transit.
FedEx tidak berhenti di landasan pacu. Armada truk dan tim logistik darat dikerahkan mengawal perjalanan dari bandara hingga pintu masuk Zoo Atlanta. Rantai koordinasi yang jarang terekspos publik, tapi krusial.
"Selama lebih dari dua dekade, FedEx mendapat kehormatan untuk membawa panda raksasa, salah satu satwa yang paling dilindungi oleh Tiongkok, ke penjuru dunia sebagai simbol persahabatan. Sebagai perusahaan yang telah hadir selama lebih dari 40 tahun di Tiongkok dan memiliki jaringan transportasi global yang luas, kami sangat bangga dapat mendukung perjalanan bersejarah ini," ujar Salil Chari, Presiden FedEx untuk Kawasan Asia Pasifik.
Kedatangan dua panda ini masuk dalam kerangka kerja sama konservasi jangka panjang antara Tiongkok dan Amerika Serikat yang telah berlangsung puluhan tahun. Panda raksasa bukan sekadar satwa dilindungi, ah, bukan. Lebih dari itu: mereka instrumen diplomasi hidup, punya rekam jejak panjang dalam hubungan bilateral kedua negara, di saat jalur dagang keduanya sedang tidak selalu mulus. Entah kebetulan atau tidak, timing kedatangan ini cukup bicara.
Setibanya di Zoo Atlanta, Ping Ping dan Fu Shuang masuk masa karantina sebelum diperkenalkan ke publik, dijadwalkan akhir tahun ini. Agaknya, antrean pengunjung sudah terbentuk jauh sebelum kandang resmi dibuka.