SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Empat Negara ASEAN Berlomba Sambungkan Rel, Indone...

Internasional

Empat Negara ASEAN Berlomba Sambungkan Rel, Indonesia Memilih Diam

Malaysia menggandeng Thailand, Singapura, dan Vietnam membangun jaringan HSR terintegrasi dengan target operasional 2026. Indonesia tidak masuk dalam konsorsium ini.

4 Negara ASEAN Bersatu Bangun Rute Kereta Cepat, Tanpa RI

Tiga puluh dua jam menjadi lima jam. Angka itu yang paling bikin kepala berputar dari seluruh rencana konektivitas rel terbesar yang pernah digagas di Asia Tenggara.

Malaysia resmi menggandeng Thailand, Singapura, dan Vietnam untuk membangun jaringan kereta cepat (High Speed Rail/HSR) terintegrasi yang ditargetkan mulai beroperasi 2026. Bukan sekadar proyek infrastruktur biasa, ini taruhan kawasan terhadap masa depan mobilitas dan ekonomi regionalnya. Indonesia, entah kebetulan atau tidak, tidak masuk dalam konsorsium.

Tulang punggung jaringan ini adalah proyek Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura (KL-SG HSR) yang sempat mati suri pada 2021. Di bawah Perdana Menteri Anwar Ibrahim, proyek itu dihidupkan lagi lewat skema Kemitraan Pemerintah-Swasta (PPP). Jalur 350 km ini akan menghubungkan Bandar Malaysia di Kuala Lumpur dengan Jurong East di Singapura dalam 90 menit, menggunakan kereta berkecepatan maksimal 300 km/jam dengan sistem persinyalan European Train Control System (ETCS).

Tidak main-main.

Sambil menunggu KL-SG HSR rampung, dua negara jiran itu juga mengerjakan Rapid Transit System (RTS) Link yang lebih pendek tapi strategis. Jalur 4 km penghubung Johor Bahru (Bukit Chagar) dan Woodlands North di Singapura ditargetkan beroperasi akhir 2026, kapasitasnya 10.000 penumpang per jam. Fasilitas Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) diintegrasikan di satu titik keberangkatan, sehingga proses imigrasi bisa beres sebelum penumpang naik kereta. Kalau berjalan mulus, kemacetan panjang di perbatasan Johor yang sudah jadi keluhan klasik bertahun-tahun itu punya peluang terurai.

Thailand bergerak dari dua arah sekaligus. HSR Thailand-China yang menghubungkan Nakhon Ratchasima ke Nong Khai di perbatasan Laos ditargetkan selesai 2031, menjadi segmen penting dalam visi rel darat Asia Tenggara-China. Secara paralel, restorasi jalur Sungai Kolok-Rantau Panjang dijadwalkan tersambung dengan East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia pada 2027. Artinya, konektivitas darat Malaysia-Thailand mengeras jauh sebelum HSR penuh beroperasi.

Vietnam menyimpan ambisi paling jumbo. Jalur Kereta Cepat Utara-Selatan sepanjang 1.500 km antara Hanoi dan Ho Chi Minh City dijadwalkan groundbreaking akhir 2026. Waktu tempuh dari 32 jam dihajar menjadi 5 jam. Bisa jadi perubahan itu akan mengubah peta logistik dan pariwisata Vietnam lebih cepat dari yang siapapun bayangkan.

Lalu di mana Indonesia?

Absen. Dari sisi geografi dan bobot ekonomi, Indonesia bukan pemain kecil di ASEAN. Tapi Whoosh, kereta cepat Jakarta-Bandung yang baru beroperasi dan masih bergulat dengan restrukturisasi utang, agaknya membuat ruang fiskal dan politik untuk ekspansi regional belum tersedia. Sementara para tetangga berlomba menyambungkan rel antarnegara, Indonesia untuk sementara cukup sibuk menyelesaikan pekerjaan rumahnya sendiri.