Edifier rupanya tidak puas hanya bersaing di segmen audio. Dengan Auro Ace, mereka melempar proposisi yang berbeda: headphone budget yang juga berfungsi sebagai aksesori visual.
Yang paling mencolok dari perangkat ini adalah sepasang layar dot-matrix yang tertanam di earcup. Bukan sekadar hiasan. Layar itu bisa menampilkan lirik lagu secara real-time saat pengguna mendengarkan musik via Bluetooth, atau menjalankan animasi audio spectrum yang bergerak mengikuti ritme. Bagi yang ingin lebih personal, aplikasi companion bawaan membuka opsi kustomisasi: teks custom, pixel art, hingga grafis sederhana bisa dipasang langsung di sisi earcup, plus beberapa tema bawaan yang bisa disesuaikan dengan outfit. Agaknya Edifier memang serius memposisikan ini sebagai pernyataan fashion, bukan sekadar alat dengar.
Sisi fisiknya cukup bersahabat. Bobot 130 gram terbilang ringan untuk kelas over-ear, ditunjang headband tersembunyi yang bisa disesuaikan ukurannya dan struktur swing-joint supaya cangkang telinga mengikuti kontur kepala. Bantalan telinganya empuk, tersedia dalam tiga pilihan warna: Silver, Black, dan Gold.
Sektor audio mengandalkan driver dinamis 32mm dengan desain rear acoustic cavity. Konektivitasnya memakai Bluetooth 6.0 yang sudah mendukung multipoint connection, artinya pengguna bisa tersambung ke smartphone dan laptop sekaligus tanpa repot bolak-balik pairing. Untuk yang lebih suka kabel, tersedia opsi USB audio plug-and-play, colok langsung siap pakai.
62 jam. Klaim baterai itu memang mengesankan, tapi ada syaratnya: layar dot-matrix harus dimatikan dan volume di 50 persen. Aktifkan fitur visualnya, angka itu pasti amblas. Fast charging 15 menit untuk 11 jam pemakaian tetap jadi nilai tambah yang relevan. Fitur lain mencakup AI noise reduction untuk panggilan suara dan shortcut double-press tombol power untuk memicu shutter kamera, detail kecil yang lumayan berguna bagi yang sering foto.
Dibanderol 279 yuan atau sekitar Rp700 ribuan, Auro Ace jelas bukan pilihan buat pendengar yang mengejar presisi audio, kalau data ini bisa dipercaya. Tapi bagi pengguna yang ingin tampil beda tanpa harus merogoh kocek dalam, headphone ini punya identitas yang cukup jelas di pasar yang selama ini terasa seragam.