SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Dua Topan Kepung Jepang, Lebih dari 2 Juta Warga D...

Internasional

Dua Topan Kepung Jepang, Lebih dari 2 Juta Warga Diperintahkan Mengungsi

Topan Mekkhala mengancam pesisir Pasifik Jepang sementara Higos baru saja melemah menjadi depresi tropis, meninggalkan jejak longsor dan korban di sejumlah prefektur.

Topan Mekkhala ancam Jepang dengan potensi hujan hingga longsor

Lebih dari 2 juta orang di 13 prefektur terpaksa angkat kaki dari rumah masing-masing pada Jumat setelah otoritas Jepang mengeluarkan perintah evakuasi menyusul ancaman dua topan yang datang hampir bersamaan.

Topan Higos sudah melintas kawasan sekitar Tokyo dan melemah menjadi depresi tropis. Tapi ancaman belum selesai, eh, maksudnya, belum reda. Topan Mekkhala, yang dinilai lebih kuat, terus bergerak ke arah timur laut menyusuri pesisir Pasifik dan diperkirakan menyentuh daratan pada Sabtu. Badan Meteorologi Jepang memperkirakan curah hujan bisa mencapai 250 milimeter di wilayah Tokai dan 200 milimeter di wilayah Kanto-Koshin, termasuk Tokyo, hingga Minggu dini hari.

Angka yang tidak main-main. Apalagi tanah di sejumlah wilayah sudah kebanjiran hujan selama berhari-hari sebelumnya. Kota Goto di Prefektur Nagasaki, misalnya, mencatat sekitar 600 milimeter curah hujan hanya sejak Selasa, sementara sebagian Prefektur Kumamoto dan Saga menembus 500 milimeter. Front hujan musiman yang masih aktif ikut memperparah situasi.

Dampak di lapangan sudah terasa. Satu orang dilaporkan hilang di Prefektur Yamaguchi setelah tanah longsor menghancurkan sebuah rumah pada Jumat, dengan sejumlah warga lain mengalami luka-luka. Untuk wilayah Seika di Prefektur Kyoto, otoritas mengeluarkan Peringatan Keselamatan Darurat Level 5, tingkatan tertinggi dalam sistem peringatan Jepang, menyusul longsor susulan di kawasan itu.

Jepang, jujur saja, bukan negara yang asing dengan topan. Infrastruktur peringatan dini dan sistem evakuasinya termasuk yang paling canggih di Asia. Tapi dua topan aktif dalam waktu bersamaan, ditambah front musiman yang belum reda, membentuk kombinasi yang bahkan membuat otoritas cuaca setempat memilih waspada ketimbang menunggu. Bak dua pedang yang jatuh dari langit sekaligus.

Pihak berwenang masih mendesak warga untuk tidak meremehkan risiko banjir dan longsor susulan, terutama di wilayah yang tanahnya sudah jenuh air. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Mekkhala akan memberi dampak, melainkan seberapa dalam luka yang ditinggalkan setelah topan ini berlalu.