RABU, 30 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Dua Gempa Beruntun Tewaskan 1.719 Orang di Venezue...

Internasional

Dua Gempa Beruntun Tewaskan 1.719 Orang di Venezuela

Dua gempa beruntun berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026, menewaskan hampir 2.000 orang dan melumpuhkan layanan medis di tengah krisis ekonomi yang belum usai.

Nestapa Venezuela Dihancurkan Gempa di Tengah Sanksi Ekonomi | tempo.co

Hampir dua ribu orang tewas setelah dua gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela secara beruntun pada Rabu, 24 Juni 2026. Otoritas Venezuela mencatat sedikitnya 1.719 jiwa melayang dan 5.034 orang luka-luka, sementara puluhan ribu warga masih dinyatakan hilang atau belum bisa dihubungi.

Operasi pencarian terus berjalan. Kondisi lapangan, agaknya, jauh dari ideal: infrastruktur lumpuh, jalur komunikasi terputus di banyak titik, tim penyelamat berpacu melawan waktu di bawah reruntuhan. Masif.

Yang memperparah situasi adalah kondisi layanan medis Venezuela yang nyaris kolaps bahkan sebelum bencana ini datang. Bukan semata soal skala gempa. Sistem kesehatan negara itu sudah keropos sejak bertahun-tahun lalu, sejumlah dokter dilaporkan hilang, klinik dan rumah sakit di zona terdampak tidak berfungsi, pasokan obat yang memang sudah langka kini praktis terputus total.

Venezuela sudah lama dihimpit sanksi ekonomi internasional yang menggerus kapasitas negara untuk mengimpor peralatan medis, bahan bakar, hingga kebutuhan dasar lainnya. Gempa ini, ibarat pedang bermata dua, menghantam struktur sosial yang sudah retak jauh sebelum tanah berguncang.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Caracas soal permintaan bantuan internasional. Bisa jadi pertimbangan politik ikut bermain, kalau data lapangan bisa dipercaya, relasi Venezuela dengan sejumlah negara donor utama memang sedang tidak dalam kondisi terbaik.

Angka 1.719 jiwa yang sudah terkonfirmasi tewas kemungkinan masih akan bergerak naik seiring proses evakuasi yang menjangkau daerah-daerah terpencil. Pertanyaannya, berapa lama dunia akan menunggu sebelum bantuan benar-benar mengalir ke sana? Bencana dengan skala seperti ini, di negara dengan kondisi seperti Venezuela sekarang, bisa dengan mudah berubah menjadi krisis kemanusiaan yang berlarut.