MINGGU, 27 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Dua Direktur ASII Kompak Borong Saham Saat Harga S...

Finansial

Dua Direktur ASII Kompak Borong Saham Saat Harga Sudah Amblas 30%

Djap Tet Fa dan Thomas Junaidi Alim W. memborong saham PT Astra International Tbk senilai total Rp 3,57 miliar pada 24 September 2026, sinyal confidence manajemen di tengah tekanan harga yang sudah berlangsung sepanjang tahun.

Direktur Astra (ASII) Kompak Borong Saham Perusahaan, Segini Nilainya

Dua direktur PT Astra International Tbk (ASII) turun langsung ke pasar pada 24 September 2026, memborong saham perusahaan ketika harga sudah tergerus hampir sepertiga nilainya sejak awal tahun.

Djap Tet Fa tercatat membeli 500.000 lembar saham ASII di harga Rp 4.769 per saham, dengan total belanja mencapai Rp 2,38 miliar. Sebelum transaksi, ia mengempit 3,5 juta lembar atau 0,0086% dari total hak suara. Setelahnya, kepemilikan naik ke 4 juta lembar, setara 0,0099%. Direktur lainnya, Thomas Junaidi Alim W., menyusul dengan memborong 250.000 lembar di harga Rp 4.762 per saham, senilai sekitar Rp 1,19 miliar. Kepemilikan Thomas kini tercatat 1,65 juta lembar atau 0,0041% dari total suara.

Total nilai pembelian keduanya: Rp 3,57 miliar. Bukan angka yang menggerakkan pasar.

Keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia Jumat (25/9/2026) menyebutkan kedua transaksi berstatus kepemilikan langsung dengan tujuan investasi. "Jenis transaksi ialah pembelian dengan status kepemilikan langsung. Tujuan transaksi ialah investasi," tulis manajemen Astra dalam dokumen tersebut.

Sepanjang 2026 berjalan, harga saham ASII sudah amblas sekitar 30%, menjadikannya salah satu emiten bluechip dengan kinerja terburuk di indeks. Pada penutupan Jumat (25/9), ASII ditutup di Rp 4.690 per saham, melemah 1,68% dari hari sebelumnya. Artinya, harga beli kedua direktur itu sedikit di atas penutupan hari yang sama. Bukan kejar momentum. Lebih terasa seperti kalkulasi valuasi jangka panjang, kalau data ini bisa dipercaya.

Aksi beli oleh insider di harga yang sudah babak belur agaknya dibaca sebagian pelaku pasar sebagai sinyal bahwa manajemen menilai valuasi ASII saat ini ketinggian diskon. Entah kebetulan atau tidak, dua orang berbeda masuk pada hari yang sama, di harga yang hampir identik. Pola klasik yang sulit diabaikan begitu saja.

Pertanyaannya tinggal satu: apakah pasar akan mengikuti keyakinan sang direktur, atau dua transaksi senilai Rp 3,57 miliar itu hanya akan tenggelam di bawah gempuran aksi jual yang masih menghantui ASII sepanjang tahun ini.