Dua orang, dua benua berbeda, satu usia yang sama: 100 tahun. Keduanya merayakannya dengan cara yang bikin orang kebanyakan agak malu, eh, maaf, dengan berolahraga.
Lillian Pike, warga Pulau Man, Inggris, hadir aktif di sesi senam Stretch and Flex tepat di hari ulang tahunnya yang ke-100. Bukan sekadar hadir, tapi bergerak. Rutinitas itu bukan hal baru; Lillian sudah menjalaninya setiap minggu selama dua dekade terakhir. Jauh dari sana, di Mesa, Arizona, Dave Keaggy, veteran Perang Dunia II, memilih merayakan ulang tahunnya yang ke-100 pada 10 Juli dengan cara yang lebih to the point: satu jam di Mountainside Fitness. Pria yang pertama kali menginjak pusat kebugaran sejak usia 17 tahun itu agaknya tidak pernah benar-benar berhenti.
Rahasianya? Membosankan.
Lillian merangkumnya dalam satu kalimat yang hampir terdengar terlalu sederhana: "Jangan melakukan sesuatu secara ekstrem." Tidak ada diet ketat, tidak ada protokol biohacking, tidak ada suplemen seharga jutaan rupiah. "Jagalah kebugaran, makan dengan benar, dan jangan minum alkohol terlalu banyak," tambahnya, seperti nenek yang menasihati cucunya sebelum pergi kuliah.
Instruktur senamnya, Elizabeth Corran, menyebut Lillian penuh energi dengan pandangan hidup yang positif. "Ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlalu tua untuk berolahraga," kata Corran. Ia juga menegaskan bahwa konsistensi bergerak secara berkala terbukti mampu menopang kemandirian fisik hingga usia paling lanjut sekalipun. Kalau dipikir-pikir, pernyataan itu cukup menampar siapa pun yang memilih rebahan dengan alasan "lagi capek".
Bagi Lillian, bukan angka di laporan kesehatan yang paling dia kenang. Justru momen-momen kecil bersama keluarga, termasuk tradisi liburan mengendarai Volkswagen Caravanette, yang menurutnya paling berkesan sepanjang hidupnya. "Saya tidak pernah menyangka akan mendapat begitu banyak ucapan selamat dan kebahagiaan seperti ini. Rasanya sangat menyenangkan," ujarnya.
Dua anekdot, tentu saja, bukan data. Tapi pola yang ditunjukkan Keaggy dan Lillian sulit diabaikan begitu saja: tubuh yang terus digerakkan, asupan yang tidak berlebihan, dan mentalitas yang jauh dari paranoia terhadap penuaan. Bukan formula baru. Justru itulah yang membuatnya terasa seperti pengingat keras, bukan penemuan.