SABTU, 10 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Drone Israel Ditembak Jatuh di Hormozgan, Tepat Sa...

Internasional

Drone Israel Ditembak Jatuh di Hormozgan, Tepat Saat Negosiasi Nuklir Hampir Tuntas

Militer Iran menembak jatuh drone pengintai Orbiter milik Israel di Provinsi Hormozgan, tepat di saat Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Teheran sudah di ujung jari.

Iran fires missiles into Strait of Hormuz during military naval drills | Fox News

Timing-nya sulit diabaikan. Tepat beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran nyaris rampung dinegosiasikan, militer Iran menembak jatuh sebuah drone pengintai milik Israel di Provinsi Hormozgan, Minggu (24/5/2026). Puing-puing drone Orbiter buatan Israel itu ditemukan lewat operasi bersama angkatan laut Iran.

Trump, yang tengah melakukan tur diplomatik kawasan Teluk, mengaku sudah menjalin pembicaraan dengan para pemimpin negara-negara Teluk sekaligus Panglima Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir. Lewat unggahan di media sosial, ia mengklaim, "Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tergantung finalisasi antara Amerika Serikat, Iran, dan berbagai negara lain yang terlibat." Aspek dan detail akhir, tambahnya, sedang dibahas dan akan segera diumumkan.

Salah satu poin sentral dalam kesepakatan itu menyangkut pembukaan kembali Selat Hormuz. Bukan sekadar titik di peta militer, jalur ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam dunia setiap harinya. Iran menutup selat ini sebagai kartu tekanan setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan serangan ke Israel dan sejumlah negara Teluk sekutu Washington, sebelum gencatan senjata akhirnya tercapai.

Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran. Centcom mencatat sudah mengalihkan 100 kapal, melumpuhkan empat kapal, dan membolehkan 26 kapal bantuan kemanusiaan melintas. Komandan Centcom Laksamana Brad Cooper menyebut operasinya "sangat efektif" dalam memastikan tidak ada perdagangan masuk atau keluar dari pelabuhan Iran, yang secara langsung menggerus ekonomi Teheran. Efektif, memang. Tapi sampai kapan?

Teheran tidak tinggal diam. Iran mengklaim memiliki kendali militer penuh atas perairan sekitar Selat Hormuz dan menegaskan seluruh lalu lintas di jalur itu kini memerlukan koordinasi serta otorisasi dari apa yang mereka sebut "Otoritas Selat Teluk Persia." Klaim yang masih perlu dibuktikan, mengingat kehadiran armada Centcom yang solid di sana.

Trump juga mengonfirmasi sudah berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, percakapan yang ia gambarkan "berjalan sangat baik." Setidaknya itu versi Trump. Bisa jadi Netanyahu sudah diberi sinyal soal kerangka besar kesepakatan ini sebelum detail finalnya dirilis ke publik.

Pertanyaan yang belum terjawab: apakah insiden drone di Hormozgan ini sabotase terhadap proses negosiasi, sinyal peringatan dari Tel Aviv, atau sekadar operasi pengintaian rutin yang kebetulan bersamaan waktunya? Pasar minyak, yang selama ini berjalan di atas ketidakpastian geopolitik kawasan, punya alasan kuat untuk mencermati 48 jam ke depan dengan sangat saksama.