KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Drone Iran Dicegat di UEA, Kapal Kargo Dihantam De...

Internasional

Drone Iran Dicegat di UEA, Kapal Kargo Dihantam Dekat Doha: Teluk Persia Makin Panas

Dua drone asal Iran dicegat sistem pertahanan udara UEA pada 10 Mei 2026, sementara sebuah kapal kargo dihantam proyektil tak dikenal di dekat Doha. Mojtaba Khamenei memerintahkan militer untuk melanjutkan operasi.

Mojtaba Perintahkan Militer Iran Lanjutkan Perang, 2 Drone Hantam UEA

Dua drone asal Iran dicegat sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab pada Minggu, 10 Mei 2026. Bukan insiden kecil yang bisa dilewat begitu saja, ini pesan keras dari Teheran bahwa konflik Teluk belum tutup buku, dan mungkin baru buka babak baru yang lebih berbahaya.

Hampir bersamaan, Pusat Operasi Keamanan Maritim Angkatan Laut Inggris (UKMTO) melaporkan sebuah kapal pengangkut curah terkena proyektil tak dikenal di perairan sekitar 23 mil laut timur laut Doha, Qatar. Kebakaran kecil sempat muncul di atas kapal, tapi berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa, tidak ada kerusakan lingkungan. Tapi pesannya susah dibantah: jalur pelayaran di Teluk Persia kini ikut jadi arena.

Masif. Dan dua kejadian itu terjadi dalam hitungan jam.

Di Teheran, Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdullahi, mengunjungi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Kantor berita resmi IRIB melaporkan Khamenei memberikan arahan langsung kepada pimpinan angkatan bersenjata gabungan untuk melanjutkan operasi dan menghadapi musuh dengan tegas. Ia memuji kinerja militer dan mengumumkan, menurut laporan media pemerintah, "langkah-langkah baru dan jalan untuk melanjutkan langkah-langkah tersebut" dalam menghadapi Amerika dan Israel, tanpa merinci lebih jauh.

Sejak diangkat pada Maret lalu, Khamenei belum sekalipun muncul secara langsung di hadapan publik. Seluruh pernyataannya dibacakan lewat media pemerintah, pola yang agaknya disengaja: menjaga jarak fisik sekaligus tetap memperlihatkan otoritas.

Pertanyaannya, apa yang sedang dimainkan Teheran?

UEA kini berdiri di posisi yang tidak nyaman. Abu Dhabi bukan target sembarangan, kota ini lama disebut sebagai titik tegangan antara Iran dan Arab Saudi di panggung Teluk. Serangan drone ini, entah kebetulan atau tidak, datang tepat ketika negosiasi diplomatik Iran-Amerika masih berjalan, dengan Teheran disebut telah merespons proposal damai Washington.

Iran duduk di meja perundingan. Tapi Iran juga menembak.

Dua sinyal yang saling bertabrakan itu bukan anomali, itu manual lama Teheran. Satu kaki di ruang negosiasi, satu kaki di lapangan tembak. Strategi tekanan ganda yang sudah bertahun-tahun bikin kepala delegasi Washington pening.

Komandan Abdullahi meyakinkan Khamenei bahwa rencana sudah tersusun rapi untuk menghadapi "tindakan permusuhan" dari Amerika dan Israel. Klaim yang masih perlu dibuktikan di lapangan, tapi cukup untuk membuat seluruh kawasan Teluk sulit tidur malam ini.

Bagi pelaku pasar energi dan investor yang terekspos ke aset kawasan, serial eskalasi dalam dua hari terakhir ini bukan sekadar berita geopolitik. Jalur pelayaran di Selat Hormuz dan perairan Teluk mengalirkan sekitar 20% suplai minyak mentah dunia. Satu proyektil nyasar ke tanker yang salah, harga minyak bisa meledak tanpa peringatan.