Rabu malam (16/7), langit Erbil menyala. Serangkaian ledakan mengguncang ibu kota Wilayah Kurdistan Irak itu, sirene peringatan di pangkalan militer Amerika Serikat konon sempat dibunyikan, agaknya bukan kejutan bagi siapa pun yang mengikuti eskalasi AS-Iran beberapa pekan terakhir.
Lima drone dilaporkan beroperasi malam itu. Sasarannya terbagi: pangkalan militer AS dan Konsulat Amerika di Erbil. Tiga di antaranya ditembak jatuh di sekitar area konsulat. Dua drone lain yang diduga mengincar Bandara Internasional Erbil dan fasilitas diplomatik AS berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran, menurut sumber keamanan Irak. Satu drone, meski begitu, dilaporkan sempat menghantam kawasan pangkalan militer. Kepulan asap terlihat membumbung dari lokasi.
Sistem pertahanan udara diaktifkan, rudal interseptor meluncur menghadang target-target itu. Bukan main untuk ukuran Erbil.
Kota ini selama bertahun-tahun menjadi salah satu titik relatif tenang di Irak, bahkan ketika konflik terus berkobar di sekitarnya. Malam Rabu kemarin, ketenangan itu dihajar habis.
Operasional penerbangan di Bandara Internasional Erbil sementara dihentikan sebagai langkah antisipasi. Belum ada pernyataan resmi dari otoritas Irak maupun militer AS soal kerusakan yang ditimbulkan, meski laporan visual dari sejumlah media lokal sudah cukup menggambarkan skala insiden.
Insiden ini sulit dilepaskan dari konteks yang lebih besar. Iran sebelumnya memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastrukturnya akan dibalas dengan penghancuran infrastruktur di kawasan. CENTCOM sendiri mengakui telah menyerang sejumlah target di Iran. Erbil, yang selama ini jadi salah satu titik konsentrasi kehadiran militer AS di Irak Utara, malam itu seperti menjadi pengingat keras: tidak ada titik yang benar-benar aman.
Siapa pelakunya? Tidak ada kelompok yang secara resmi mengklaim tanggung jawab hingga laporan ini disusun. Tapi polanya, drone yang mengincar instalasi militer dan diplomatik AS secara bersamaan, terlalu familiar untuk diabaikan. Pernah terjadi sebelumnya di Irak. Lebih dari sekali.