RABU, 21 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Donasi untuk Monyet Punch Tembus Rp4,8 Miliar, Kan...

Internasional

Donasi untuk Monyet Punch Tembus Rp4,8 Miliar, Kandang Bakal Dapat AC

Kampanye donasi untuk bayi makaka Punch di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang, mengumpulkan 43 juta yen hingga akhir Mei. Pemerintah setempat kini alokasikan 70 juta yen tambahan untuk renovasi kandang, termasuk pemasangan AC menghadapi musim panas yang makin ekstrem.

Donasi Monyet Punch di Jepang yang Viral Tembus Miliaran Rupiah

Seekor bayi monyet berusia tujuh bulan berhasil menggerakkan jutaan orang di seluruh dunia untuk membuka dompet. Angkanya tidak main-main.

Donasi publik untuk Punch, bayi makaka Jepang di Ichikawa City Zoo di Prefektur Chiba, sudah menembus 43 juta yen atau sekitar Rp4,8 miliar hingga akhir Mei 2026. Kampanye yang semula dijadwalkan tutup bulan Mei ini akhirnya diperpanjang oleh Pemerintah Kota Ichikawa sampai akhir Desember 2026, menyusul gelombang simpati yang terus mengalir dari dalam maupun luar Jepang.

Cerita Punch bermula pada 26 Juli 2025. Lahir saat Jepang dihajar gelombang panas, induknya mengalami persalinan berat dan meninggalkan bayi itu sehari setelah lahir. Dua petugas kebun binatang kemudian mengambil alih, memberinya susu botol sepanjang hari demi menjaga nyawanya tetap menyala. Foto Punch yang tertangkap kamera sedang memeluk erat boneka orangutan lalu beredar di media sosial. Sisanya, sejarah viral.

Simpati publik meledak pada pertengahan Mei lalu ketika dua orang nekat menyusup ke kandang monyet. Insiden itu, entah kebetulan atau tidak, justru berbalik jadi berkah bagi kampanye donasi. Sumbangan spontan senilai 4 juta yen, sekitar Rp446 juta, mengalir masuk hanya dalam waktu singkat. Sejak Maret, panduan resmi bertajuk "#Gambare Punch supporters guide" memang sudah diterbitkan untuk memfasilitasi donatur dari luar negeri.

Dana yang terkumpul bukan sekadar angka di atas kertas. Pemerintah Kota Ichikawa memastikan seluruh sumbangan dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan satwa dan memelihara fasilitas kebun binatang. Lebih jauh, bulan ini pemerintah setempat mengajukan anggaran tambahan sebesar 70 juta yen, sekitar Rp7,8 miliar, khusus untuk merombak area Monkey Mountain. Proyeknya mencakup pemasangan peneduh, instalasi AC di area kandang, perluasan ruang istirahat, hingga perbaikan sistem sanitasi. Fasilitas baru ini ditargetkan beroperasi sebelum musim panas tahun ini tiba.

Keputusan memasang AC bukan soal kenyamanan semata. Data Badan Meteorologi Jepang mencatat rekor suhu tertinggi untuk bulan April dan Juli pecah pada 2024, pertama kali sejak sistem pencatatan dimulai tahun 1898. Para peneliti memproyeksikan gelombang panas akan makin sering dan makin intens. Bagi pengelola kebun binatang, ini bukan ancaman abstrak. Ini soal keselamatan nyawa satwa koleksi mereka.

Kabar baiknya, Punch sendiri dilaporkan menunjukkan perkembangan positif. Boneka orangutan yang dulu selalu ia bawa kini hanya dipeluk sekitar seminggu sekali. Pengelola kebun binatang menjelaskan bahwa kebiasaan memeluk boneka sebenarnya mengindikasikan Punch sedang cemas, bukan sekadar tingkah lucu untuk difoto. Mereka berharap Punch bisa sepenuhnya melepas boneka itu dan tumbuh mandiri. Meski bisa jadi justru para penggemarnya yang belum siap melihat momen itu tiba.