KAMIS, 1 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  DJI Osmo Pocket 4P Debut di Cannes, Sasar Sineas I...

Tekno

DJI Osmo Pocket 4P Debut di Cannes, Sasar Sineas Independen

DJI memperkenalkan Osmo Pocket 4P di Festival Film Cannes 2026, kamera gimbal saku pertama di kelasnya yang mengusung sistem dual camera dengan lensa telefoto 3x dan dynamic range 17 stop untuk kebutuhan produksi sinematik profesional.

DJI Umumkan Osmo Pocket 4P, Kamera Sinematik dengan Lensa Ganda

Di panggung yang biasanya dikuasai kamera cinema berharga ratusan juta, DJI justru muncul dengan sesuatu yang muat di saku celana.

Festival Film Cannes 2026 jadi lokasi DJI resmi memperkenalkan Osmo Pocket 4P, penerus yang lebih ambisius dari Osmo Pocket 4 reguler yang baru meluncur April lalu. Pemilihan Cannes bukan sekadar gimmick pemasaran. Ada pesan yang ingin disampaikan DJI: kamera compact mereka kini serius menyasar filmmaker, bukan hanya vlogger akhir pekan.

Perbedaan paling mencolok dari 4P ada di sini: dua kamera. Untuk pertama kalinya dalam lini Osmo Pocket, DJI membenamkan kamera utama bersensor 1 inci sekaligus lensa telefoto dengan zoom optik 3x dalam satu bodi ringkas. Sebelumnya, pengguna hanya bisa mengandalkan zoom digital maksimal 4x di resolusi 1080p. Sekarang ada zoom optik sungguhan, eh, koreksi: sekarang ada zoom optik sungguhan, yang artinya kualitas gambar close-up dan portrait tidak lagi dikorbankan demi kepraktisan.

Dari sisi kemampuan sinematik, Osmo Pocket 4P mengusung dynamic range lebih tinggi, angka yang bisa membuat sebagian produser film layar lebar mengernyitkan dahi, dalam artian positif. Perangkat ini juga mendukung perekaman HDR video dengan profil warna 10-bit D-Log2 untuk fleksibilitas color grading profesional. Bagi filmmaker independen yang terbiasa menghabiskan waktu di meja editing, format ini berarti kontrol penuh atas palet warna akhir, bak kamera cinema sungguhan.

Kemampuan low-light ikut mendapat perhatian serius. Kombinasi sensor baru dengan algoritma pencitraan terkini diklaim mampu menghasilkan video yang tetap detail di kondisi minim cahaya, baik untuk dokumentasi malam hari maupun syuting di dalam ruangan. Fitur portrait juga diperbarui agar warna kulit tampil lebih natural, dengan efek kedalaman gambar yang terasa sinematik, bukan artifisial.

Sejumlah bocoran spesifikasi menyebut kemampuan perekaman hingga resolusi 6K pada 30fps atau slow motion 4K di 240fps. Agaknya DJI juga menyertakan ActiveTrack generasi terbaru serta dukungan audio multi-kanal melalui ekosistem OsmoAudio. Stabilisasi tiga sumbu gimbal terintegrasi tetap dipertahankan, menjaga rekaman tetap mulus bahkan saat digunakan sambil berjalan. Perlu dicermati: spesifikasi-spesifikasi itu belum dikonfirmasi resmi oleh DJI, kalau data bocoran ini bisa dipercaya.

"Setelah kesuksesan global pendahulunya, Osmo Pocket 4P hadir di tengah tren berkembang di mana kamera compact mulai mengubah cara cerita dibuat dan dibagikan," tulis DJI dalam pernyataan resminya. Debut di Cannes, klaim mereka, membuktikan potensi perangkat ini untuk memengaruhi masa depan cinematic vlogging sekaligus menginspirasi generasi filmmaker mobile-first.

Untuk konteks, Osmo Pocket 4 reguler sudah resmi masuk Indonesia sejak 30 April 2026. Harganya dipatok mulai Rp8,1 juta untuk Standard Combo dan Rp10,3 juta untuk Creator Combo, yang sudah bundel dengan DJI Mic 3 dan aksesori pendukung. Tersedia di Urban Republic, iBox, Erafone, dan kanal online resmi DJI.

Soal Osmo Pocket 4P? DJI masih tutup mulut. Di situs resmi DJI Indonesia pun hanya tertulis "Stay Tuned". Pertanyaannya, berapa jauh selisih harga antara versi reguler dan 4P, mengingat tambahan lensa telefoto dan lonjakan kemampuan sinematik yang tidak main-main. Para filmmaker independen yang selama ini terjebak dilema antara portabilitas dan kualitas tampaknya memang jadi target utama perangkat ini.