SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Claude Diblokir di Hong Kong: OKX dan Goldman Sach...

Tekno

Claude Diblokir di Hong Kong: OKX dan Goldman Sachs Tersandung Kebijakan Geografis Anthropic

OKX dan Goldman Sachs sama-sama kehilangan akses Claude AI untuk staf di Hong Kong, mencerminkan bagaimana rivalitas teknologi AS-China mulai merambah ke meja kerja korporat.

Goldman Sachs, OKX Sama-Sama Diputus Akses Dari Claude AI di Hong Kong

Akun korporat OKX sempat ditangguhkan Anthropic sebelum akhirnya dipulihkan, tapi dampaknya tidak begitu mudah hilang. Exchange kripto itu kini resmi memblokir seluruh staf yang berbasis di Hong Kong, atau yang sedang transit melalui China daratan, dari penggunaan Claude, model AI besutan Anthropic PBC.

Penangguhan terjadi di awal Agustus. OKX mengakui dalam pernyataannya bahwa akses sejumlah karyawan Hong Kong ke Claude "mungkin tidak sepenuhnya sesuai dengan kebijakan akses geografis Anthropic." Tidak ada yang menyebut kata pelanggaran, tapi pesannya cukup jelas. Permintaan AI dari karyawan di wilayah itu akan dialihkan ke model lain. OKX juga menegaskan tidak akan memfasilitasi penggunaan VPN untuk memutar balik pembatasan ini.

Cukup ironis, sebenarnya. OKX justru sedang gencar mendorong adopsi AI di internal perusahaan, penggunaan AI bahkan dikaitkan langsung dengan penilaian kinerja karyawan. CEO Star Xu dilaporkan mengalokasikan US$6 juta hingga US$8 juta per bulan untuk sejumlah penyedia large language model. Staf Hong Kong diminta pakai AI setiap hari, tapi salah satu model yang paling diandalkan tiba-tiba raib dari daftar pilihan mereka.

Goldman Sachs kena lebih dulu. Bank investasi itu menutup akses Claude bagi staf Hong Kong pada awal 2026, setelah menyimpulkan bahwa kontrak dengan Anthropic tidak mencakup wilayah tersebut. Staf dari luar negeri yang sedang berkunjung ke Hong Kong pun ikut terdampak. Pengguna utama Claude di Goldman adalah software engineer, bukan trader atau analis, yang menunjukkan betapa dalam ketergantungan mereka pada model ini untuk kerja teknis sehari-hari.

Beda akar masalah, beda cara Goldman. Pembatasan di sana berasal dari sengketa kontrak, bukan penangguhan akun. Dan meski aksesnya dipangkas, Goldman tidak memutus tali dengan Anthropic. Chief Information Officer Marco Argenti bahkan menempatkan engineer dari Anthropic langsung di dalam bank, berkolaborasi membangun agen AI untuk akuntansi transaksi dan proses seleksi klien. Hubungan itu tetap berjalan, hanya dengan tembok geografis yang tidak bisa dinegosiasi.

Dua kasus, dua perusahaan, satu muara: kebijakan akses Anthropic yang menutup Hong Kong dan China daratan. Ini bukan kebetulan. Washington dan Beijing sedang bertarung habis-habisan di perlombaan AI global, dan pengembang AI asal AS, agaknya, semakin ketat soal siapa yang boleh menyentuh teknologi mereka dan dari koordinat mana. Model-model China terus mengejar, dan tekanan geopolitik itu menerjemahkan dirinya ke kebijakan penggunaan yang kian sempit.

Pertanyaannya: berapa lama ini bisa dipertahankan?

Pemerintah Hong Kong aktif mendorong adopsi AI di sektor keuangan. Tapi kalau pengembang dari AS justru memasang pagar dari sana, niat baik itu tersandung di tataran implementasi. Satu pertanyaan lagi yang belum terjawab: apakah pembatasan ini juga berlaku untuk klien atau mitra yang berkantor di China daratan? Dengan rencana diskusi AI antara AS dan China yang dijadwalkan September ini, jawaban atas pertanyaan itu, kalau memang ada, bisa lebih penting dari yang kelihatan sekarang.