SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Citra Satelit Buktikan Kerusakan Fisik Pangkalan M...

Internasional

Citra Satelit Buktikan Kerusakan Fisik Pangkalan Militer Israel Akibat Serangan Rudal Iran

Analisis citra satelit mengonfirmasi kerusakan di sejumlah fasilitas militer Israel, dari Ramat David hingga markas Unit 8200, menyusul serangkaian serangan rudal dan drone Iran yang kini semakin diperhitungkan kapabilitasnya.

Rudal Paveh, dengan jangkauan 1.650 km, membuat Israel dan AS "berkeringat", melanggar semua konvensi pertahanan.

Gambar tidak pernah bohong. Citra satelit resolusi tinggi yang dianalisis perusahaan pemetaan Soar mengonfirmasi apa yang selama ini diperdebatkan: serangan rudal dan drone Iran benar-benar meninggalkan bekas fisik yang terlihat jelas di sejumlah pangkalan militer Israel.

Analisis itu memanfaatkan data satelit Sentinel-2, dikombinasikan dengan sumber citra tambahan. Hasilnya: perubahan visual terdeteksi di sejumlah fasilitas militer di wilayah Palestina yang diduduki, tersebar dari utara ke selatan. Bukan hanya satu jenis target. Lokasi terdampak mencakup pangkalan udara, pusat intelijen, hingga fasilitas logistik.

Pangkalan Udara Ramat David jadi salah satu lokasi paling gamblang. Perbandingan citra sebelum dan sesudah serangan memperlihatkan dua titik di dalam pangkalan yang kena hantaman rudal langsung. Satu area sebelumnya berfungsi sebagai zona penyimpanan kendaraan pendukung dan peralatan militer. Area kedua digunakan sebagai zona pengisian bahan bakar dan servis pesawat tempur. Perubahan fisik di keduanya, menurut para analis, tidak bisa dijelaskan oleh faktor lain.

Kerusakan yang agaknya lebih strategis terjadi di Pangkalan Udara Nevatim. Ini instalasi militer terbesar Israel, basis operasional utama armada jet tempur F-35I "Adir". Citra bertanggal 25 Maret memperlihatkan perubahan pada posisi pertahanan di dalam pangkalan. Bukan sembarang target, Nevatim adalah jantung kemampuan udara ofensif Israel. Setiap kerusakan di sana bobotnya jauh lebih besar dari sekadar infrastruktur fisik.

Analisis terpisah juga mengidentifikasi perubahan di sekitar instalasi intelijen Mishar dekat Safed. Lokasi ini dikaitkan dengan Unit 8200, cabang intelijen sinyal paling elite milik militer Israel. Perubahan struktur di sana diperkirakan terjadi antara 5 hingga 10 Maret, mengindikasikan satu atau lebih serangan yang menyasar fasilitas sensitif. Entah kebetulan atau tidak, interval waktu itu nyaris tidak pernah masuk laporan resmi Israel.

Semua ini tidak bisa dilepaskan dari konteks rudal jelajah Paveh milik Iran. Jangkauannya mencapai 1.650 kilometer, secara teknis cukup untuk menjangkau seluruh pangkalan militer lawan di kawasan. Paveh dirancang terbang rendah menghindari radar, dengan profil biaya yang jauh lebih murah dibanding sistem pertahanan seperti Patriot yang harus meresponsnya. Kombinasi presisi, jangkauan, dan efisiensi biaya inilah yang membuat Paveh jadi persoalan tersendiri bagi perencana pertahanan Israel maupun Amerika Serikat. Bak pedang bermata dua: murah untuk ditembakkan, mahal untuk ditangkal.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Iran mampu menyerang infrastruktur militer Israel secara efektif. Sudah terjawab. Yang belum: seberapa dalam kerusakan yang sengaja tidak diungkap ke publik. Analisis satelit, bagaimanapun, hanya bisa mengukur apa yang terlihat dari luar angkasa.