SENIN, 28 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  CITA Tebar Dividen Rp1,39 Triliun, Yield 10% di Te...

Finansial

CITA Tebar Dividen Rp1,39 Triliun, Yield 10% di Tengah Koreksi Laba

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) resmi menyetujui dividen tunai Rp351 per saham untuk tahun buku 2025, setara yield 10% dari harga saham saat ini. Pembagian jumbo ini menarik, tapi ada cerita di balik angkanya.

CITA bagikan dividen tunai senilai Rp351 per saham, yield capai 10%

Pemegang saham PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) punya alasan untuk tersenyum bulan ini. RUPST yang digelar di Le Meridien Hotel Jakarta, Selasa (12/5/2026), resmi mengesahkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,392 triliun atau Rp351 per lembar saham untuk tahun buku 2025. Mengacu harga penutupan Rabu (13/5) di level Rp3.490, dividend yield CITA tembus 10,06%. Angka yang tidak main-main untuk ukuran emiten tambang.

Sekitar 58% dari laba bersih tahun 2025 disalurkan sebagai dividen. Sisanya: Rp1 triliun masuk ke laba ditahan, dan Rp1 miliar dialokasikan sebagai dana cadangan umum. Cukup wajar bagi emiten yang sedang aktif berinvestasi untuk ekspansi hilirisasi.

Tapi ada yang perlu dicermati. Laba bersih CITA sepanjang 2025 tercatat Rp2,39 triliun, tergerus 3,63% dari Rp2,48 triliun setahun sebelumnya. Penjualan justru melesat 12,61% menjadi Rp2,68 triliun. Revenue naik, laba amblas. Itu sinyal klasik bahwa margin sedang dihajar, kemungkinan besar dari normalisasi harga jual alumina yang menekan efisiensi operasional.

Yusak Lumba Pardede, Corporate Secretary sekaligus Direktur CITA, mengakui normalisasi harga alumina sebagai biang koreksi laba. Ia tetap optimistis soal outlook 2026, menyebut fokus pemerintah pada akselerasi hilirisasi sebagai katalis positif yang membuka peluang perluasan portofolio pelanggan.

Di sisi operasional, CITA membidik penjualan 9,10 juta WMT (Wet Metric Ton) dalam RKAB 2026. Target ini ditopang reaktivasi Site Sandai yang kembali beroperasi pada akhir 2025, plus ekspansi ke pelanggan pihak ketiga seperti PT Borneo Alumindo Prima, di luar pasokan rutin ke entitas asosiasi PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW). Total aset perseroan sendiri menguat ke Rp9,13 triliun, sebagian didorong tambahan setoran modal ke PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) senilai Rp419 miliar untuk mendukung pembangunan smelter aluminium.

Bagi investor yang ingin mengamankan hak dividen, cum date di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 22 Mei 2026. Ex date menyusul 25 Mei 2026, recording date 26 Mei 2026, dan pembayaran paling lambat 17 Juni 2026.

Satu catatan buat pemburu dividen: saham CITA sudah terkoreksi 21,92% sepanjang tahun berjalan 2026. Yield 10% memang menggoda. Tapi kalau harga jeblok lebih dalam di hari ex date, net return bisa jauh dari ekspektasi. Skenario dividend trap yang, entah kebetulan atau tidak, selalu muncul pada emiten dengan yield setinggi ini. Total ekuitas masih solid di Rp8,76 triliun dengan saldo laba ditahan Rp7,05 triliun, pondasinya kokoh. Pertanyaannya, sampai kapan tekanan margin alumina bisa ditahan?