Sekitar 4 GB ruang penyimpanan di laptop kamu mungkin sudah raib. Dan Chrome yang mengambilnya.
Sebuah file bernama "weights.bin" ditemukan bersarang di folder tersembunyi milik Google Chrome di jutaan perangkat Windows, Mac, hingga Linux. Bukan sembarang file, itu model kecerdasan buatan Gemini Nano versi lokal yang diunduh Chrome secara otomatis di latar belakang, tanpa satu pun notifikasi kepada pengguna.
Temuan ini pertama kali diungkap Alexander Hanff, peneliti privasi yang menemukan file itu di direktori Google\Chrome\User Data\OptGuideOnDeviceModel di Windows 11. Keberadaan file serupa juga dikonfirmasi di perangkat Mac berbasis Apple Silicon dan komputer Linux Ubuntu.
Prosesnya otomatis. Chrome menilai sendiri apakah spesifikasi hardware pengguna cukup mumpuni dari sisi CPU, GPU, dan RAM, lalu langsung mengunduh. Tidak ada yang ditanya. Tidak ada yang dimintai izin.
Buat pemilik laptop entry-level dengan storage 256 GB, kehilangan 4 GB sekaligus tanpa peringatan bukan perkara kecil. Belum lagi pengguna dengan kuota internet terbatas yang tidak sadar bandwidth mereka terkuras habis. Sejumlah analis bahkan mengaitkan pengunduhan masif ke miliaran perangkat ini dengan konsumsi energi yang tidak main-main di jaringan dan pusat data, termasuk jejak karbon yang, kalau data ini bisa dipercaya, mencapai ribuan ton emisi CO2.
Yang agak ironis: fitur AI Mode yang hadir di address bar Chrome versi 147 ternyata tidak memakai model lokal itu sama sekali. Permintaan pengguna tetap dikirim ke server Google. Gemini Nano lokal justru bekerja di balik layar untuk fitur lain seperti "Help me write", deteksi penipuan, ringkasan halaman web, dan pengorganisasian tab.
Google memberikan tanggapan resmi. Perusahaan menyebut Gemini Nano sudah hadir di Chrome sejak 2024 sebagai model AI ringan yang berjalan langsung di perangkat. Klaim manajemen: model ini justru lebih aman karena data pengguna tidak perlu dikirim ke cloud untuk diproses. Google juga menyebut file tersebut akan otomatis terhapus jika perangkat mulai kehabisan ruang.
"Pada Februari, kami mulai meluncurkan kemampuan bagi pengguna untuk mematikan dan menghapus model langsung dari pengaturan Chrome. Setelah dinonaktifkan, model tidak akan lagi diunduh atau diperbarui," begitu pernyataan Google.
Kritik tetap mengalir. Hanff menunjukkan bahwa di kawasan Uni Eropa, perilaku ini berpotensi melanggar ePrivacy Directive dan GDPR, yang mensyaratkan persetujuan berbasis informasi sebelum data apa pun disimpan di perangkat pengguna. Pertanyaannya, apakah argumen Google soal manfaat privasi dari model lokal cukup menjawab persoalan transparansi?
Agaknya tidak.
Satu hal lagi yang perlu dicatat: jika file dihapus secara manual, Chrome kemungkinan besar akan mengunduhnya kembali saat komputer menyala atau dalam kondisi idle.
Bagi yang ingin menonaktifkan fitur ini, ada dua jalur. Pertama lewat pengaturan Chrome langsung jika opsi tersedia. Kedua, melalui chrome://flags dengan mencari opsi "on-device optimization guide" dan mengubahnya ke disabled. Pengguna Windows juga disebut bisa memblokir unduhan secara permanen lewat pengaturan registry.
Inovasinya masuk akal. Pelaksanaannya, entah kebetulan atau tidak, terasa seperti keputusan yang dibuat sambil berharap tidak ada yang memperhatikan.