Empat puluh hari. Itu saja.
Pemerintah China menetapkan zona larangan terbang di lepas pantai Shanghai tanpa satu kalimat pun yang menjelaskan alasannya. Tidak ada yang tahu persis kenapa, dan Beijing tidak merasa perlu memberi tahu.
Pembatasan itu tertuang dalam Notice to Airmen, atau NOTAM, format pemberitahuan resmi yang lazim terbit menjelang latihan militer atau uji tembak rudal. Biasanya ada petunjuk kecil yang bisa dibaca: nama operasi, jenis aktivitas, sesuatu. Kali ini dokumen itu kosong dari konteks. Tidak ada keterangan latihan, tidak ada sebutan operasi apapun.
Berlaku 27 Maret hingga 6 Mei, zona larangan ini mencakup area sekitar 340 mil yang terbagi dalam lima zona terpisah di perairan dekat Shanghai.
Bagi kalangan analis militer, polanya sebetulnya tidak asing. China kerap menerbitkan NOTAM serupa sebelum aktivitas angkatan bersenjata berskala besar: latihan gabungan lintas matra, uji sistem senjata baru, atau manuver yang sensitif secara politik. Yang berbeda kali ini, Beijing sama sekali bisu. Nol sinyal dari konteks geopolitik yang biasanya bisa jadi pegangan.
Spekulasi pun mengalir. Uji coba rudal hipersonik. Latihan amfibi. Simulasi blokade. Semuanya berputar di forum pengamat pertahanan, tanpa satu pun yang bisa dikonfirmasi. Entah kebetulan atau tidak, pengumuman ini muncul tepat saat ketegangan dagang Washington-Beijing sedang menanjak.
Lima zona seluas itu, jujur saja, bukan operasi kecil-kecilan. Pertanyaannya tinggal satu: apa yang sedang Beijing siapkan?