Tujuh puluh sen dari setiap dolar. Itulah berapa besar uang belanja militer Kanada yang selama ini mengalir ke Amerika Serikat. Menurut Perdana Menteri Mark Carney, era itu resmi berakhir.
Berbicara di konvensi nasional Partai Liberal di Montreal, Sabtu (11/4/2026), Carney melempar pernyataan yang langsung dibalas tepuk tangan meriah para delegasi. "Masa-masa militer kita mengirimkan 70 sen dari setiap dolar ke Amerika Serikat telah berakhir," tegasnya. Kalimat singkat. Tapi impikasinya besar bagi hubungan bilateral Ottawa-Washington yang sedang tidak baik-baik saja.
Rencana konkretnya tidak kabur. Pemerintah akan memprioritaskan baja, aluminium, kayu, dan tenaga kerja dalam negeri untuk seluruh proyek pemerintah. Strategi Industri Pertahanan terbaru Kanada membidik 70 persen kontrak pertahanan diberikan kepada perusahaan domestik, jauh di atas kondisi sekarang. Ottawa juga berencana menggandakan ekspor non-AS dalam satu dekade ke depan, ambisi yang tidak kecil mengingat betapa dalam akar ketergantungan perdagangan Kanada pada tetangga selatannya.
Diversifikasi pun merambah sektor keamanan. Ottawa secara eksplisit memperluas kemitraan pertahanan dengan Uni Eropa dan Inggris, memangkas dominasi AS dan mitra Five Eyes lainnya. Kalau data ini bisa dipercaya, hampir setengah dari total produksi terkait pertahanan Kanada saat ini diekspor, dengan sekitar 69 persen mengalir ke AS dan sesama anggota aliansi intelijen tersebut.
Bagi Carney, ini bukan sekadar soal anggaran. Di forum Ekonomi Dunia, ia sudah lebih dulu menyebut bahwa tatanan global yang dipimpin AS tengah runtuh karena Washington mulai menggunakan kekuasaan, perdagangan, dan tekanan sebagai alat dominasi. Tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump jadi pemantik paling nyata dari frustrasi Ottawa, meski Carney menekankan bahwa menjaga persatuan nasional adalah tantangan jangka panjang yang jauh lebih besar.
Carney juga harus berhadapan dengan kritik Trump soal kontribusi NATO. Dalam konferensi pers di Monteregie, Quebec, ia justru balik menantang narasi itu. "Beberapa minggu lalu, untuk pertama kalinya sejak jatuhnya Tembok Berlin, kami telah memenuhi komitmen NATO kami dalam pengeluaran pertahanan 2%," ujar Carney. Agaknya ada nada defensif di sana, dan itu wajar.
Defensif karena angka historisnya memang tidak menguntungkan. Laporan belanja pertahanan NATO 2014-2025 mencatat pengeluaran Kanada hanya 1,01% dari PDB pada 2014, bertengger di bawah 1,5% selama bertahun-tahun, sebelum akhirnya menyentuh 2,01% pada 2025. Selama satu dekade terakhir, AS rata-rata menggelontorkan 3,3% dari PDB untuk pertahanan. Kanada? Sekitar 1,3%. Bukan angka yang mudah dibela.
Trump sudah menyindir lewat Truth Social bahwa NATO "tidak ada saat kami membutuhkan mereka." Ketika reporter mendesak soal ancaman Trump menghukum anggota yang enggan terlibat konflik, Carney memilih berdiri tegak: Kanada memenuhi komitmennya.
Sekjen NATO Mark Rutte memuji tekanan Trump sebagai faktor yang mendorong negara-negara anggota akhirnya serius mengejar target 2%. Beberapa negara Blok Timur bahkan sudah jauh melampaui angka itu.
Pivot Kanada ini, kalau benar dieksekusi, bukan sekadar reaksi emosional terhadap Trump. Ini perombakan struktural yang akan mengubah peta rantai pasokan pertahanan kawasan secara permanen. Pertanyaannya: apakah industri dalam negeri Kanada memang siap mengisi kekosongan itu? Hari ini, belum ada yang bisa menjawab.