Cabai rawit merah mencatat harga tertinggi di antara seluruh komoditas pangan strategis pada Senin (10/8/2026), dengan rentang Rp59.650 hingga Rp62.650 per kilogram di pasar tradisional nasional. Kenaikannya mencapai 2,67% dibanding hari sebelumnya, bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia mencatat seluruh varian cabai kompak bergerak naik. Cabai merah besar berada di rentang Rp49.100-49.900 per kilogram. Cabai merah keriting bertengger di Rp50.400-50.450 per kilogram. Yang cukup mencolok, cabai rawit hijau yang biasanya lebih jinak kali ini melonjak hingga Rp52.600-55.350 per kilogram, tergantung wilayah dan waktu pencatatan.
Beras bergerak naik tipis di semua segmen kualitas. Kualitas bawah I dan II masing-masing tercatat di Rp14.800 dan Rp14.600 per kilogram. Kelas medium I ada di kisaran Rp16.450-16.500 per kilogram, sedangkan super I masih di Rp17.750 per kilogram. Kenaikannya 0,28-0,34%, konsisten di seluruh kelas. Kecil memang, tapi kalau ini berlanjut tiga minggu berturut-turut, bisa jadi sinyal awal tekanan pasokan yang belum terlihat jelas.
Bawang justru memberi sedikit napas. Bawang merah ukuran sedang turun sekitar 1,49% ke rentang Rp39.450-39.550 per kilogram, dan bawang putih melandai ke Rp40.500-41.050 per kilogram. Penurunan tipis, agaknya belum cukup untuk bilang tekanan sudah mereda.
Protein hewani gambarannya terbelah. Daging sapi kualitas I naik 0,4% ke Rp151.750 per kilogram, kualitas II naik lebih kencang, 0,63%, ke Rp143.050 per kilogram. Bertahan di atas Rp140.000 sudah jadi cerita lama yang belum juga berakhir. Daging ayam ras segar sedikit terkoreksi ke Rp40.050-41.350 per kilogram, dan telur ayam ras turun tipis ke Rp29.400-29.450 per kilogram.
Gula pasir premium stagnan di Rp20.300-20.350 per kilogram. Gula pasir lokal naik tipis 0,26% ke Rp19.150 per kilogram. Minyak goreng curah relatif stabil di Rp20.350-20.450 per kilogram, meski kemasan bermerek I terkerek ke Rp24.300-24.450 per kilogram.
Pertanyaannya, berapa lama pola ini bertahan? Hari ini, tekanan paling terasa di cabai dan daging sapi, dua komoditas yang sudah lama menjadi pengganjal dompet rumah tangga kelas menengah ke bawah. Bagi yang punya eksposur ke emiten ritel atau konsumer berbasis komoditas domestik, pergerakan ini layak dijadikan indikator dini tekanan margin di semester kedua.