SABTU, 26 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BSI Kucurkan Rp198 Miliar untuk Dapur MBG, Laba Ku...

Finansial

BSI Kucurkan Rp198 Miliar untuk Dapur MBG, Laba Kuartal I Tembus Rp2,2 Triliun

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencatat kinerja solid di kuartal I-2026 dengan laba bersih Rp2,2 triliun, sambil aktif mendukung program prioritas pemerintah termasuk Makan Bergizi Gratis lewat pembiayaan Rp198 miliar ke 211 dapur MBG.

BSI Kucurkan Kredit Rp 198 M ke Dapur MBG

Angka yang cukup untuk membuat orang berhenti sejenak: Rp198 miliar. Sebesar itulah pembiayaan yang sudah dikucurkan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) khusus untuk mendukung operasional dapur-dapur Makan Bergizi Gratis hingga akhir kuartal I-2026.

Dana itu disalurkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), lembaga pelaksana teknis program MBG di lapangan. Dari situ, sekitar 211 dapur MBG yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia sudah beroperasi dengan dukungan likuiditas dari bank pelat merah syariah ini.

BSI masuk dari dua sudut sekaligus. Selain pembiayaan langsung ke SPPG, perseroan menyediakan virtual account dan Cash Management System bagi para pengelola dapur MBG, agar keuangan operasional harian bisa dikelola lebih rapi. Hasilnya, sekitar 1.600 titik dapur sudah memanfaatkan layanan perbankan BSI, dengan konsentrasi terbesar di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

"Kami telah dapat menjangkau lebih dari 1.600 titik dapur yang mayoritas berada di tiga provinsi utama yaitu Aceh, Nusantara Barat, dan juga Sumatera Barat," kata Direktur Manajemen Risiko BSI Grandhis Helmi Harumansyah dalam konferensi pers virtual, Selasa (12/5/2026).

MBG bukan satu-satunya front yang digarap. BSI membukukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp2,61 triliun kepada 17.700 nasabah di periode yang sama. Di sektor perumahan, fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tersalur Rp145,7 miliar kepada 894 nasabah, sementara outstanding FLPP BSI naik dari Rp5,4 triliun pada 2024 menjadi Rp5,72 triliun per Maret 2026. Bukan lompatan besar, tapi tren naiknya konsisten.

Semua ekspansi pembiayaan ini berjalan di atas fondasi yang agaknya cukup sehat. BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun di kuartal I-2026, tumbuh 17,1% secara tahunan, ditopang pertumbuhan tabungan dan layanan digital yang penetrasinya kian dalam.

Kinerja BSI bukan anomali. Industri perbankan syariah memang sedang dalam jalur yang baik, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya. Data OJK menunjukkan laba bank umum syariah sepanjang dua bulan pertama 2026 sudah menyentuh Rp2,8 triliun, tumbuh 16,6% YoY. Pembiayaan industri per Maret 2026 pun tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun.

Momentum ini bukan semata hasil eksekusi BSI. Ada angin segar dari sisi permintaan dan regulasi yang mendorong seluruh segmen syariah ikut terangkat.

Pertanyaannya: seberapa dalam akar pertumbuhan ini?

Cara BSI masuk ke ekosistem MBG terasa lebih dari sekadar gestur politis. Dengan menjangkau 1.600 titik dapur lewat layanan digital, perseroan secara efektif merangsek ke segmen yang sebelumnya belum tersentuh perbankan formal. Bagi BRIS sebagai emiten, ini bisa jadi benih pertumbuhan organik jangka menengah yang patut dicermati investor, kendati hasilnya tentu belum kelihatan di angka-angka kuartal ini.