SELASA, 6 OKTOBER 2026

Home  ›  Internasional  ›  Bryan Johnson Kena Autoimun Gastritis: Lambungnya...

Internasional

Bryan Johnson Kena Autoimun Gastritis: Lambungnya Menggerogoti Dirinya Sendiri Selama Lebih dari Satu Dekade

Miliarder teknologi yang terobsesi melawan penuaan itu justru didiagnosis mengidap Autoimmune Gastritis, penyakit kronis yang merusak dinding lambungnya selama lebih dari satu dekade tanpa terdeteksi.

Bryan Johnson Alami Autoimun Gastritis Setelah Berburu Hidup Abadi

Ironi terbesar dalam hidup Bryan Johnson agaknya baru saja datang: pria yang menghabiskan jutaan dolar per tahun demi tidak mati justru diam-diam digerogoti penyakitnya sendiri selama lebih dari sepuluh tahun.

Miliarder teknologi berusia 48 tahun itu mengumumkan diagnosis Autoimmune Gastritis (AIG), kondisi langka di mana sistem imun tubuh berbalik menyerang sel-sel sehat di lapisan lambung. Hanya sekitar 2 hingga 5 persen populasi dunia yang mengidap kondisi ini, dan mayoritas dari mereka tidak menunjukkan gejala yang jelas sampai kerusakan sudah berlangsung lama.

"Kabar buruk pertama: Saya mengidap penyakit autoimun. Lambung saya memakan dirinya sendiri," tulis Johnson secara terbuka. Kalimat yang cukup pahit dari seseorang yang mendirikan proyek Blueprint, protokol kesehatan senilai jutaan dolar yang dirancang untuk membalikkan proses biologis penuaan.

Cerita di balik diagnosis ini panjang. Selama lebih dari satu dekade, Johnson mengalami kadar feritin yang konsisten rendah, protein penyimpan zat besi dalam tubuh. Angka itu tidak pernah memicu alarm karena ia tidak menunjukkan anemia. Dunia kedokteran konvensional, menurut Johnson, memang kerap mengabaikan feritin rendah selama pasien belum masuk kategori anemia klinis.

"Petunjuk paling awal, yaitu feritin rendah, sering kali diabaikan oleh dunia kedokteran standar. Cadangan zat besi yang rendah dianggap normal dan jarang diselidiki jika anemia belum muncul. Titik buta itulah yang menyembunyikan penyakit saya selama satu dekade," tegasnya.

Protokol pemantauan kesehatannya yang ekstensif akhirnya memaksa tim medis menggali lebih dalam. Suplemen zat besi oral yang ia konsumsi tidak mampu mendongkrak kadar feritin ke level normal. Kolonoskopi dilakukan, hasilnya bersih tanpa kanker. Tim kemudian melanjutkan dengan endoskopi gastrointestinal lengkap dikombinasikan pengujian biomarker darah. Di situlah bocornya: kadar antibodi terhadap sel parietal lambung sangat tinggi, penanda khas AIG. Biopsi lambung mengonfirmasi, lapisan lambung sudah mulai memburuk.

AIG merusak sel parietal, sel yang bertugas memproduksi asam lambung sekaligus protein yang diperlukan tubuh untuk menyerap vitamin B12. Tanpa sel-sel ini berfungsi normal, tubuh perlahan kehilangan kemampuan menyerap nutrisi esensial, memunculkan risiko anemia, kekurangan gizi, bahkan peningkatan risiko kanker lambung jangka panjang.

Sejak usia 21 tahun, Johnson sudah didiagnosis hipotiroidisme, kondisi kelenjar tiroid yang kurang aktif, dan sejak itu mengonsumsi levotiroksin serta Armour Thyroid. Masa mudanya pun jauh dari gambaran gaya hidup sehatnya sekarang: besar dengan makanan cepat saji, minuman manis, stres berkepanjangan, dan sempat mengalami depresi. Tubuh itu agaknya menyimpan catatan.

Ketiga kondisi ini saling terkait erat, dan itulah yang membuat penanganannya rumit. Kekurangan zat besi menghambat konversi hormon tiroid ke bentuk aktifnya. Sebaliknya, hipotiroidisme mengurangi kapasitas tubuh memanfaatkan zat besi. Lingkaran setan yang membuat pengobatan masing-masing kondisi jadi kian berat.

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan AIG sepenuhnya. Johnson sudah menerima infus zat besi intravena sebesar 1.000 mg monoferik sebagai langkah awal. Rencananya, tim medis akan memantau secara rutin indikator seperti feritin, zat besi, vitamin B12, kromogranin A, dan gastrin, sambil melakukan biopsi lambung berkala dan meneliti kemungkinan intervensi eksperimental.

Bukan Johnson namanya kalau menyerah pada klaim "belum ada obatnya". Pertanyaannya: bisakah uang dan obsesi mengalahkan kondisi yang bahkan sistem imun tubuh sendiri tidak mau berdamai dengannya?