Sepanjang 2025, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membukukan laba bersih USD132,2 juta. Dari angka itu, pemegang saham kebagian porsi yang lumayan.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Rabu, 24 Juni 2026, mengesahkan distribusi dividen tunai USD30,5 juta, setara 23% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Bagi investor ritel, angka itu diterjemahkan menjadi Rp4,0933 per saham.
Alokasi sisanya terbilang konservatif. Sebesar 1% atau USD1,32 juta disisihkan sebagai cadangan wajib. Porsi terbesar, USD100,4 juta alias 76%, masuk ke laba ditahan. Perseroan agaknya memilih menahan amunisi untuk ekspansi, mengingat total saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya kini sudah menggembung hingga USD682,04 juta, dengan total ekuitas USD883,52 juta.
Buat yang ingin menangkap dividen ini, jadwalnya sudah jelas. Cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 2 Juli 2026, ex date-nya keesokan harinya, 3 Juli. Untuk pasar tunai, cum date mundur ke 6 Juli dengan recording date di hari yang sama pukul 16.00 WIB. Pembayaran dijadwalkan 24 Juli 2026.
Di luar urusan dividen, RUPST juga merampungkan sejumlah agenda korporasi. Laporan keuangan konsolidasian 2025 disahkan dengan opini wajar tanpa modifikasian dari Kantor Akuntan Publik Liana Ramon Xenia dan Rekan. Satu sinyal bersih dari sisi audit. Seluruh jajaran manajemen diangkat kembali untuk tiga tahun hingga RUPST 2029. Tan Hendra Soetjipto tetap duduk sebagai Direktur Utama, didampingi Agus Sandy Widyanto, Kenneth Lee Riedel, dan Hsing Chee Chiam. Di jajaran Komisaris, Agus Salim Pangestu tetap menjabat Komisaris Utama, bersama Tan Suan Swee, David Kosasih, dan Merly. Tan Ek Kia dan Cholanat Yanaranop mengisi posisi Komisaris Independen.
Remunerasi Dewan Komisaris untuk operasional 2026 ditetapkan maksimal Rp14 miliar per tahun setelah pajak. Kewenangan menetapkan gaji Direksi dilimpahkan kepada Dewan Komisaris.
Yield-nya memang tidak bikin siapapun bersalto. Tapi dengan saldo laba ditahan yang tebal dan komitmen reinvestasi 76% laba, cerita jangka panjang BREN bisa jauh lebih menarik dari sekadar Rp4 per saham.