Lebih dari $351,6 juta, atau sekitar Rp5,7 triliun, raib dari bursa kripto Bitget pada Kamis pekan ini. Penyerang berhasil menerobos sistem backend infrastruktur dompet bursa, memalsukan data transaksi, lalu memicu proses otorisasi untuk memindahkan dana ke luar sistem. Salah satu perampokan kripto terbesar tahun ini, dan pasar baru saja mulai mencerna implikasinya.
Respons industri bergerak cepat. Circle memasukkan dompet berlabel "Bitget Exploiter 8" ke daftar hitam pada Jumat pukul 05:00 UTC, sementara Tether turut melarang alamat yang sama, menurut data onchain dan laporan perusahaan keamanan blockchain MistTrack. Total stablecoin yang berhasil dibekukan sekitar $318.000, mencakup 218.023 USDT dan 99.990 USDC. Kecil sekali dibanding skala pencurian.
Di situlah masalah sesungguhnya berada. Dompet eksploitasi lain masih mengantongi lebih dari 63.000 ETH, bernilai sekitar $170 juta pada harga spot saat ini. Ether tak bisa dibekukan oleh penerbit manapun karena sifatnya yang terdesentralisasi, artinya mayoritas dana curian masih bebas bergerak ke mana saja.
CEO Bitget Gracy Chen menepis spekulasi soal kebocoran kunci privat. Serangan masuk dari sisi sistem backend, bukan dari kompromi kunci, begitu klaimnya. Chen juga menyatakan dana perlindungan pengguna Bitget yang nilainya melampaui $464 juta akan menanggung seluruh kerugian. Klaim yang, entah kebetulan atau tidak, belum bisa diverifikasi realisasinya.
Gerak Circle kali ini menuai perbandingan dengan responnya saat peretasan Drift bulan April lalu, yang kerugiannya mencapai $285 juta. Dalam kasus Drift, penyerang sempat memindahkan sekitar $232 juta USDC dari Solana ke Ethereum menggunakan protokol transfer lintas-rantai milik Circle sendiri sebelum daftar hitam diterapkan. Analis onchain ZachXBT ketika itu secara terbuka mengkritik lambatnya respons Circle. Circle berdalih mereka baru bertindak ketika ada dasar hukum yang memadai, setidaknya itu versi resmi mereka.
Di luar drama investigasi onchain, insiden ini ikut membayangi pergerakan pasar. Bitcoin tergerus 0,3 persen ke $84.110 pada perdagangan Jumat, tertekan juga oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang membuat aset berisiko kurang menarik. Ether? Sedikit menguat 0,1 persen ke $2.690, meski secara mingguan masih mencetak apresiasi sekitar 2 persen.
Altcoin justru tampil kontras. XRP melesat 2,5 persen pada Jumat dan memperpanjang relinya hingga lebih dari 11 persen dalam sepekan. Solana melonjak 6,9 persen, Cardano bahkan terkerek 14 persen, dan Dogecoin tak mau kalah dengan kenaikan hampir 12 persen. Optimisme terhadap arah regulasi kripto di AS agaknya lebih dominan menggerakkan altcoin dibanding sentimen negatif dari Bitget. Bak gayung bersambut, kebijakan dan momentum pasar berpadu di waktu yang tepat.
Bagi investor yang punya eksposur di Bitget, satu variabel paling krusial saat ini: apakah dana perlindungan perusahaan benar-benar cair. Pertanyaannya, berapa lama pasar sabar menunggu jawaban itu.