SENIN, 5 OKTOBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bitcoin Nyaris US$64.000: Short Seller Tersapu, ET...

Finansial

Bitcoin Nyaris US$64.000: Short Seller Tersapu, ETF Mulai Balik Arah

Bitcoin bangkit hampir 10% dalam enam hari terakhir, didorong data ketenagakerjaan AS yang lebih lunak dan meredanya kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed. Kini pasar menantikan risalah FOMC 8 Juli sebagai penentu apakah reli ini punya nyawa.

Bitcoin long-term: Full analysis year 2026 including 2027 & 2029 untuk INDEX:BTCUSD oleh MasterAnanda — TradingView

Bitcoin sempat dihajar ke level terendahnya dalam 21 bulan terakhir, di bawah US$58.000, pada 1 Juli lalu. Enam hari berselang, harga kripto terbesar di dunia itu sudah mendekati US$64.000, membukukan penguatan hampir 10% dalam waktu kurang dari sepekan. Bukan angka yang bisa diabaikan.

Pendorong utama reli ini agaknya datang dari pasar tenaga kerja AS. Data ketenagakerjaan yang lebih lunak dari ekspektasi mempertebal spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, setidaknya dalam waktu dekat. Sentimen itu langsung ditangkap pasar kripto, yang memang sangat sensitif terhadap arah kebijakan moneter The Fed. Pada Senin pagi, 6 Juli 2026, Bitcoin bertengger di kisaran US$63.700 atau setara Rp1,14 miliar, menguat 1,15% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini bak gayung bersambut dengan gelombang likuidasi posisi short. Ketika harga naik lebih cepat dari antisipasi, trader yang memasang taruhan turun dipaksa menutup posisi mereka, yang justru menambah tekanan beli dan mendorong harga lebih tinggi. Siklus lama yang familiar di pasar kripto, dan kali ini ia berulang lagi.

Dominasi Bitcoin di pasar kripto kini berada di 58,60%. Total kapitalisasi pasar aset digital menguat sekitar 1% ke level US$2,18 triliun. Makro sedang berpihak ke crypto, kalau data ini bisa dipercaya.

Sisi ETF juga mulai memberikan sinyal yang lebih cerah, meski belum sepenuhnya bersih. US Spot Bitcoin ETF sebelumnya mencatat rekor arus keluar selama delapan minggu berturut-turut, dengan total net outflows mencapai US$5,53 miliar secara year-to-date, termasuk hengkangnya US$527 juta hanya dalam empat sesi perdagangan hingga 2 Juli. Tren suram itu akhirnya patah pada hari Kamis: dana segar sebesar US$221,72 juta mengalir masuk, dipimpin Fidelity FBTC (US$165,96 juta) dan ARK ARKB (US$91,84 juta). Catatan yang kurang menyenangkan, IBIT milik BlackRock masih mencatat arus keluar selama 11 hari berturut-turut, membuat rata-rata investor produk tersebut duduk di unrealized loss sekitar 40%.

Menjelang kedaluwarsa kontrak opsi 8 Juli, sentimen bullish mulai mendominasi di pasar derivatif. Rasio call terhadap put meningkat, sinyal bahwa trader opsi memperkirakan harga masih punya ruang naik. Momen ini bertepatan dengan rilis risalah rapat The Fed bulan Juni yang sangat dinantikan pasar, karena berpotensi memberikan petunjuk arah kebijakan moneter. Volatilitas di sekitar tanggal itu nyaris tak terhindarkan. Pertanyaannya, ke mana arahnya?

Secara teknikal, Bitcoin kini menghadapi resistance kritis di US$65.000. Breakout dari level ini membuka jalan menuju US$69.000. Kegagalan menembus batas tersebut berisiko menarik harga kembali ke kisaran support US$60.000. Rentang pergerakan harian diperkirakan antara US$63.000 hingga US$65.000.

Satu indikator yang layak dicermati investor jangka panjang: rasio profit-and-loss Bitcoin dilaporkan menyentuh level terendah sejak 2022, level yang secara historis kerap muncul mendekati titik dasar sebuah siklus. Pola klasik yang veteran pasar kripto sudah hafal di luar kepala. Apakah ini sinyal akumulasi atau sekadar jebakan? Bisa jadi jawabannya ada di risalah FOMC dua hari lagi.