JUMAT, 25 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bitcoin Menuju US$40.000-44.000? Dua Veteran Kript...

Finansial

Bitcoin Menuju US$40.000-44.000? Dua Veteran Kripto Tunjuk Lantai yang Hampir Sama

Arthur Hayes dan miner legendaris Cina Jiang Zhuoer sama-sama memperkirakan Bitcoin akan menyentuh titik nadir di kisaran US$40.000-44.000 sebelum akhir 2026, sementara Scaramucci justru melihat peluang rally besar di Q4.

Bitcoin 4-year cycles explained | Fidelity

Dua nama besar di dunia kripto kini menunjuk ke arah yang sama: Bitcoin masih punya ruang untuk turun lebih dalam sebelum babak berikutnya dimulai.

Jiang Zhuoer, pendiri mining pool BTC.TOP dan salah satu miner paling senior di Cina, memprediksi harga Bitcoin akan menyentuh lantai di kisaran US$42.000 hingga US$44.000 sekitar akhir Oktober 2026. Berdekatan dengan proyeksi Arthur Hayes, co-founder BitMEX, yang menyebut US$40.000 sebagai titik terendah yang ia antisipasi dalam enam bulan ke depan. Dua metodologi berbeda, dua pelaku pasar berbeda, tapi keduanya mendarat di daerah yang hampir sama.

Jiang menggunakan metrik mNAV Strategy sebagai kompas utamanya. mNAV mengukur seberapa mahal atau murah harga saham MSTR dibandingkan nilai Bitcoin yang benar-benar mereka pegang per sahamnya. Saat ini ia memperkirakan angka itu berada di sekitar 0,72, mendekati level 0,7 yang pernah tercatat pada Mei 2022. Kala itu, harga Bitcoin sekitar US$31.000, lalu amblas ke US$15.650 di akhir November setelah FTX kolaps. Jarak antara titik terendah mNAV dan titik terendah harga Bitcoin waktu itu? Sekitar enam bulan. Bukan angka yang bisa begitu saja diabaikan.

"Tapi perlu dicatat bahwa titik terendah mNAV bukan berarti titik terendah harga BTC," kata Jiang, mengingatkan bahwa sinyal ini bukan jam tangan, bukan penentu waktu yang presisi. Ia memadukan pembacaan mNAV itu dengan model siklus empat tahunan, yang ia gambarkan seperti bola memantul yang tiap kali semakin merendah. Model itu menunjuk 31 Oktober 2026 sebagai titik nadir siklus ini. Entah kebetulan atau tidak, tanggal itu bertepatan dengan pola "Halloween bottom" yang beberapa kali muncul di siklus sebelumnya.

Hayes mengambil jalur berbeda. Dalam obrolan dengan content creator EllioTrades pada 12 Juni, ia menyebut US$40.000 sebagai lantai taktis, bukan pandangan struktural jangka panjang. Hayes bahkan memasang put spread sebagai lindung nilai, meski portofolio utamanya tetap dominan long. Target akhir tahunnya? Masih di atas US$200.000. Bukan sinyal pesimis, ia hanya mempersiapkan skenario terburuk sebelum skenario terbaik tiba.

Dari sisi harga, Bitcoin sempat tergerus ke US$58.000, level terendah sejak 2024, sebelum sedikit pulih ke sekitar US$61.345 dengan penurunan 2,3% dalam 24 jam. Kisaran target Jiang sekitar 30% di bawah harga itu. Proyeksi lantai Hayes sekitar 35% lebih rendah lagi. Cukup untuk bikin investor ritel yang baru masuk di harga tinggi keringat dingin.

Di sisi berlawanan, Anthony Scaramucci justru membaca apati pasar yang kini melanda sebagai sinyal bullish klasik. Baginya, keheningan dan ketidakpedulian di pasar kripto menandakan uang besar belum masuk, dan itu membuka peluang rally besar di Q4 2026. Pandangan ini agaknya berseberangan dengan Jiang dan Hayes soal timing, tapi bisa jadi ketiganya benar dalam urutan berbeda: koreksi dulu ke US$40.000-an, lalu lonjakan menyusul.

Jiang sendiri sudah mengambil posisi short, dengan rencana akumulasi ulang ketika harga mendekati target bottomnya. Bagi miner yang sudah melewati beberapa siklus halving, ini bukan panik. Ini strategi. Pertanyaannya: apakah mNAV akan kembali memimpin harga BTC dengan jeda enam bulan seperti 2022, atau siklus ini punya cerita yang berbeda?