Setelah sempat tertekan, Bitcoin akhirnya merebut kembali level psikologis 60.000 dollar AS (sekitar Rp 975 juta) pada Rabu, 2 Juli 2026, bak gayung bersambut dengan pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di forum tahunan European Central Bank (ECB) di Sintra, Portugal.
Warsh tampil dalam sesi panel bersama gubernur bank sentral dari Eropa, Inggris, dan Kanada. Ia menyampaikan sesuatu yang sudah lama ditunggu pasar. Risiko inflasi, tegasnya, sudah mereda. "Jika ada rumah tangga, pelaku usaha, maupun pelaku pasar keuangan yang mengira bank sentral akan merasa nyaman dengan target inflasi di atas 2 persen, maka mereka akan kecewa. Kami akan mewujudkan stabilitas harga di Amerika Serikat," ujar Warsh, sebagaimana dikutip CoinDesk.
Pernyataan itu langsung bekerja. Bitcoin yang sebelumnya sempat tergerus memangkas pelemahannya dan kembali diperdagangkan di atas 60.000 dollar AS, dengan penguatan lebih dari 2 persen dalam rentang 24 jam berdasarkan data CoinDesk.
Soal suku bunga? Warsh tak beri sinyal apa pun. Para pembuat kebijakan, jelasnya, masih akan mencermati data ekonomi yang masuk sebelum pertemuan The Fed empat pekan ke depan. Pasar agaknya sudah bisa menerima jawaban yang menggantung, asalkan narasinya tidak memburuk.
Ada satu topik lain yang disinggung Warsh dan layak disimak: kecerdasan buatan. Ia melihat ledakan investasi di sektor AI saat ini tengah mendorong lonjakan belanja modal korporasi. Berbeda dari era sebelumnya ketika perusahaan lebih doyan melakukan share buyback daripada ekspansi riil, kini kapeks mulai bergerak karena pelaku industri benar-benar yakin AI bisa mendongkrak kapasitas produksi. Bila asumsi itu terbukti, sisi penawaran ekonomi AS bisa membesar secara cukup berarti, dengan implikasi besar pada arah kebijakan moneter. Warsh sendiri mengakui masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan itu.
Forum Sintra kali ini juga menandai pergeseran kolektif bank sentral global soal komunikasi kebijakan. Presiden ECB Christine Lagarde mengaku menyesali pendekatan forward guidance yang terlalu eksplisit. Ia kini lebih memilih apa yang disebutnya "framework guidance", yakni menjelaskan kerangka berpikir tanpa mengunci arah suku bunga. Warsh satu suara. Instrumen komunikasi yang justru membelenggu pengambilan keputusan terbaik, katanya, lebih baik ditinggalkan.
Bagi pemegang Bitcoin, semua itu mungkin terasa jauh dari urusan harian. Tapi logikanya tidak rumit: inflasi mereda, tekanan untuk The Fed mempertahankan suku bunga tinggi berkurang, dan aset berisiko termasuk kripto punya ruang napas lebih lebar. Level 60.000 dollar AS sudah kembali direbut. Cukup kuat untuk bertahan, atau sekadar kunjungan singkat? Entah kebetulan atau tidak, jawaban itu biasanya datang dari data minggu depan.