Bitcoin menutup Juni 2026 dengan tamparan keras. Harga aset kripto terbesar dunia terkoreksi 20,68% sepanjang bulan lalu, meluncur dari US$73.536 menjadi US$58.327, sementara secara year-to-date pelemahannya sudah tembus 34,04%. Bukan tren sesaat.
Ethereum bahkan lebih parah. Koreksi bulanannya mencapai 21,69%, dari US$1.997 ke US$1.563, dan secara YtD sudah ambles 47,36%. Per Rabu (1/7) sore, keduanya masih lesu: BTC di kisaran US$58.883 dan ETH di US$1.579.
Andri Fauzan, analis Reku, menyebut kombinasi beberapa sentimen berat yang menekan pasar secara bersamaan. Ketegangan geopolitik AS-Iran mendongkrak ekspektasi inflasi dan mempersempit ruang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. Arus keluar dari produk ETF Bitcoin spot sepanjang Juni pun tak kalah masif.
"Outflow spot ETF Bitcoin pada Juni mencapai lebih dari US$4 miliar. Rumor serta aksi penjualan Bitcoin oleh Strategy juga memperburuk sentimen risk-off di pasar," ujar Andri kepada Kontan, Rabu (1/7/2026).
Data lebih spesifik: net outflow ETF Bitcoin sepanjang Q2 2026 mencapai US$4,75 miliar. Juni sendiri mencetak arus keluar US$4,29 miliar, rekor bulanan terbesar sejak produk ini diluncurkan pada Januari 2024. Angka yang tidak main-main.
Ethereum menanggung beban struktural yang lebih pelik. ETF-nya mencatat arus keluar selama 17 hari berturut-turut di bulan Juni. Belum ada dukungan dari treasury korporasi skala besar, pendapatan jaringan Layer-2 tergerus, dan peluncuran pembaruan Glamsterdam mundur ke Q3 2026. Tidak ada satu pun katalis positif yang cukup kuat untuk menahan tekanan jual.
Data JOLTs AS ikut memperburuk suasana. Lowongan kerja Mei melonjak ke 7,594 juta, tertinggi dalam dua tahun. Ekonomi AS yang masih kokoh ini justru menjadi kabar buruk bagi aset berisiko: semakin kecil probabilitas pemangkasan bunga The Fed dalam waktu dekat. Pasar merespons sesuai.
Tidak semua sudut pasar gelap, meski sebagian besar memang suram. Ekosistem Solana mencatat aktivitas yang cukup mengesankan, dengan transaksi harian menembus 100 juta dan 4,3 juta pengguna aktif. Volume DEX ekosistem Solana sepanjang tahun ini sudah menyentuh US$3,6 triliun, didominasi platform Jupiter. Token PYTH ikut kecipratan sentimen positif setelah Nasdaq resmi bergabung ke Pyth Data Marketplace per 1 Juli 2026, mendongkrak harga token itu sekitar 10% dalam tiga hari.
Apakah ini sudah fase capitulation? Andri menilai belum. Tekanan yang terjadi agaknya lebih mencerminkan aksi jual berkepanjangan akibat outflow institusional dan selling at loss di altcoin, belum disertai lonjakan volume panik yang biasanya menjadi penanda dasar siklus.
Secara historis, Q3 memang bukan periode yang ramah bagi Bitcoin. Rata-rata pertumbuhan kuartal ketiga hanya +6% sepanjang 2013-2025, jauh di bawah Q1 (+45,97%) maupun Q4 (+77%). Satu secercah harapan: Juli secara historis cenderung menjadi bulan pemulihan, dengan rata-rata kenaikan +7,60%.
Bagi investor ritel, Andri menyarankan strategi dollar cost averaging secara disiplin sembari mencermati arus ETF harian, indikator RSI yang mulai memasuki area oversold, dan level support BTC di kisaran US$58.000 hingga US$60.000. Pemulihan lebih berarti, kalau data ini bisa dipercaya, kemungkinan baru terasa menjelang akhir tahun bila kondisi makro berbalik dan dana institusi mulai kembali mengalir masuk.